“Memang pariwisata kita terdampak. Karena kalaupun ada wisatawan lokal dia harus ke Kertajati perlu transportasi, waktu lagi, mungkin saja akhirnya wisatanya di sekitar Kertajati. Kalau di sini kan sudah jelas dan meningkatkan pariwisata Kota Bandung,” bebernya.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara Bandung, Andika Nuryaman menjelaskan, pada hari pertama pembukaan penataan rute ini ada tiga pesawat yang mendarat dari Lion Grup. Di hari kedua, penerbangan dari Citylink menyusul akan mendarat.
“Penerbangan hari ini baru Lion Group, yaitu Bandung-Makassar, Bandung-Denpasar, dan Bandung-Kualanamu. Besok ada tambahan lagi dari Citylink, jadi besok ada 19 aircraft movement ,” ujarnya.
Untuk Citylink, rute yang dilayani Bandung-Kualanamu, Bandung-Palembang, Bandung- Pekanbaru, dan Bandung-Denpasar.
“Untuk penerbangan tipe ATR masih berlanjut, seperti ke Surabaya, Tanjungkarang, Semarang, Solo, dan Yogyakarta,” imbuhnya.
Ia menegaskan, penataan rute ini bukanlah pemindahan rute. Bandara Kertajati tetap menerima penumpang dari penerbangan domestik. Baik Bandara Husein Sastranegara maupun Bandara Kertajati sama-sama membuka rute untuk saling mendukung.
“Jadi ketika penumpang dari Makassar di sini (Bandara Husein Sastranegara) berangkat pukul 8 pagi, nanti mungkin di sana (Bandara Kertajati) ada Kertajati-Makassar pukul 4 sore. Itu adalah pilihan dari masyarakat Jawa Barat silakan mau terbang dari Husein maupun Kertajati, masih ada semuanya,” jelasnya. *