Dapat Pelecehan Lewat Telegram, Mahasiswi Ini Ditanya Warna Dalaman hingga Ukuran Bra

oleh

Bewarajabar.com – Setelah sebelumnya sempat viral, kasus pelecehan seksual mahasiswi Universitas Sriwijaya yang dilakukan tersangka Dosen berinisial R, kini memunculkan korban lainnya.

Korban lain yang berani angkat biacara adalah mahasiswi berinisial D. Mahasiswi tersebut mengaku dilecehkan oleh R dengan kata-kata yang tidak pantas melalui salah satu aplikasi pesan.

Dilansir dari laman detik.com, Minggu (5/12/2021). Hal tersebut diungkap D saat memberi keterangan di Subdit PPA Direskrim Polda Sumsel, pada hari Sabtu kemarin. D berkata, ia baru berani untuk membuka suara setelah dua kakak tingkatnya, C dan F melapor lebih dahulu.

“Karena apabila kasus ini tidak diangkat, saya yakin bisa membuat dia (R) semakin menjadi-jadi. Dia tidak akan jera, bakal terus berlanjut. Bahkan juga bisa menimbulkan ketakutan untuk diri kita sendiri, juga sebagai mahasiswa,” kata D di Mapolda Sumsel.

D mengaku, bahwa ia mendapat pelecehan oleh dosennya melalui aplikasi pesan, Telegram. Sedangkan untuk dua korban lain mendapat pelecehan melalui aplikasi pesan WhatsApp.

“Saya sendiri mengalami pelecehan dari Telegram” ungkap D.

D kemudian menjelaskan kronologi, bagaimana ia bisa mengalami pelecehan tersebut. D menyebutkan semuanya bermula saat ia menghubungi R, yang saat itu merupakan dosen pengujinya dalam ujian kompre.

“Awalnya saya menghubungi dia, dengan tujuan untuk mengurus keperluan administrasi sebelum menghadapi ujian. Tapi, komunikasi itu berlanjut, dia menghubungi telegram saya pada 14 Juli 2021 lalu,” katanya.

“Memang nomor yang saya pakai itu nyambung ke segala socmed (social media) saya, termasuk Telegram. Nah, dia nge-chat dari Telegram dengan sistem yang otomatis 15 menit langsung hilang. Tapi beberapa yang sempat saya simpan,” tambahnya.

D menyebutkan tidak habispikir dengan isi chat R yang mengarah ke pelecehan, D menambahkan bahwa sebelumnya R sempat meminta nomor rekeningnya, namun D menolak dan mengabaikan R.

“Awalnya dia (R) nanya-nanya biasa, tapi ujungnya nge-chat minta nomor rekening. Saya tanya untuk apa, terus dia jawab katanya mau kasih uang jajan. Langsung saja saya tolak, karena saya pikir untuk apa kok dia mau kasih uang. Makanya tidak saya balas,” ungkap D.

tidah hanya sampai disitu, D membeberkan lagi bahwa dimalam harinya R juga mengirim pesan dengan menanyakan sesuatu yang tidak seharusnya.

“Terus malamnya dia chat lagi ke saya, tanya hal-hal yang tidak pantas. Dia tanya lagi pakai baju warna apa, dalamannya pakai warna apa, ukuran bra juga ditanya. Jelas saya risi, makin tidak saya gubris. Tapi tetap saja dia chat terus,” bebernya.

“Gimana mau ketemu, setiap kali mau ke kampus saya takut duluan. Sikap dia seperti itu, kirim chat yang aneh-aneh jelas saya takut,” imbuh D.

D, yang mengabaikan pesan R merasa semakin tertekan dan ketakutan. D, mengungkapkan lagi bahwa pada tanggal 25 Agustus 2021 lalu, R bahkan mengirim pesan yang kesannya vulgar terhadap dirinya.

“Saya ingat benar pesan tersebut dikirimkan nya pada 25 Agustus 2021. Tetap dengan bahasa yang sama, seperti minta nomor rekening. Tapi kali itu bahasa dia lebih vulgar lagi chat-nya. Makin tidak saya gubris,” ucapnya.

Editor: kwon oca