Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Ragam

Islam Memberi Solusi Efektif Mengatasi Kemiskinan

Siti Susanti, S.Pd. by Siti Susanti, S.Pd.
17 April 2022
in Ragam
0
Islam memberi Solusi Efektif Mengatasi Kemiskinan
Share on FacebookShare on Twitter

Bewarajabar.com – Kondisi ramadan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya terkait kesejahteraan. Bahkan pandemi membuat kondisi ekonomi tampaknya semakin sulit.

Beberapa mengeluh sulit mendapat pekerjaan, berbisnis, atau berjualan mengalami kelesuan.

REKOMENDASI

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026
Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026
dari Sound of Panca hingga Candu, Ini Musisi di Balik OST Menang Untuk Kalah

dari Sound of Panca hingga Candu, Ini Musisi di Balik OST Menang Untuk Kalah

20 September 2026
Samsung Kembangkan AI untuk Analisis Kesehatan dari Smartwatch

Samsung Kembangkan AI untuk Analisis Kesehatan dari Smartwatch

5 September 2026

Bagi kaum ibu, kondisi ini tentu menambah pemikiran. Bagaimana memenuhi gizi baik untuk keluarga, bahkan mencari sumber-sumber penghasilan tambahan.

Siapa menyangka, Jawa Barat yang kita cintai ini, menyisakan jumlah kemiskinan bahkan kemiskinan ekstrem yang tinggi.

[irp]

Kemiskinan ekstrem atau kemiskinan absolut, adalah sejenis kemiskinan didefinisikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai “suatu kondisi yang tidak dapat memenuhi kebutuhan primer manusia, termasuk makanan, air minum bersih, fasilitas sanitasi, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan informasi. Kemiskinan ekstrem tidak hanya bergantung pada pendapatan, tetapi ketersediaan jasa juga.” menurut PBB tahun 1995.

Pada tahun 2022 ini, terdapat 17 kabupaten/kota di Jawa Barat yang menjadi Prioritas Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Adapun anggaran APBD Jabar lebih banyak dialokasikan untuk infrastruktur yang tidak penting sebagaimana disebutkan anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, “Contohnya seperti anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional yang lebih banyak membangun cretive centre, pusat budaya, alun-alun sampai pagar-pagar bangunan. Hampir tidak ada peranannya.” (Galamedia, 7 April 2022)

[irp]

Ia menyarankan agar Gubernur Jabar Ridwan Kamil fokus menjalankan program bantuan sosial.

Pada kehidupan saat ini, sistem kapitalisme membuat jurang kemiskinan semakin dalam. Adapun mereka yang kaya, seolah semakin kaya.

Dengan privatisasi yang dianut sistem ini, berbagai sarana kehidupan menjadi terasa semakin sulit didapatkan.

Kehidupan seolah ring tinju, yang dibiarkan pertandingan tanpa imbang antara si kaya dan si miskin.

Teori trickle down effect yang dicetuskan Adam Smith, salah seorang tokoh kapitalisme, menjadikan pertumbuhan ekonomi berpusat pada kalangan kaya. Produksi digalakkan, namun konsumsi dan distribusi tidak menjadi fokus perhatian.

[irp]

Sehingga dalam sistem ini, meskipun kemiskinan ekstrem dapat dihilangkan, namun menyisakan PR kemiskinan yang terus merajalela.

Lalu ditempuhlah solusi tambal sulam, berupa pemberian santunan-santunan.

Menurut penulis, mengatasi kemiskinan harus bermula dari sebab mendasarnya, yaitu penerapan sistem kapitalisme ini, yang tidak akan mampu menyelesaikan masalah kemiskinan secara tuntas.

Kita bisa melihat fakta, bagaimana kondisi negara-negara adidaya penganut sistem kapitalisme ditemukan banyak orang kaya, namun kemiskinan tetap merajalela.

[irp]

Jika menilik kepada Islam, syariat menetapkan bahwa setiap rakyat berhak mendapatkan kebutuhan pokok mereka secara makruf(layak). Hal ini sebagaimana firmanNya dalam surat Al-Baqarah ayat 133.

Pemenuhan kebutuhan pokok ini adalah dengan menjamin lapangan pekerjaan bagi para ayah agar mampu memenuhi kewajiban mereka kepada keluarga.

Adapun jika ayah berkendala semisal karena sakit, maka kewajiban itu akan ditanggung oleh negara, sehingga keluarga tidak akan terlantar pemenuhan kebutuhan pokoknya, baik sandang, pangan, dan papan.

[irp]

Adapun kebutuhan masyarakat secara bersama semisal pendidikan, kesehatan, dan keamanan, akan dipenuhi oleh negara, secara gratis dan berkualitas. Seluruh rakyat, baik miskin atau kaya, akan terpenuhi kebutuhan mereka secara adil.

Hal ini merupakan manifestasi dari pelaksanaan tuntunan syariat, sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Imam adalah pengelola urusan masyarakat. Dan ia akan dimintai pertangung jawaban atas pengelolaannya”.

Penerapan sistem Islam ini pernah terbukti sejak masa Rasulullah ketika di Madinah dan dilanjutkan oleh para khalifah (pengganti) sesudah beliau SAW.

Pada masa khalifah Umar bin Khattab misalnya, terlihat upaya beliau dalam pemenuhan kebutuhan pokok seluruh masyarakat. Bahkan perkataannya yang masyhur, ” Jika ada satu keledai terperosok karena jalanan buruk, Umar yang akan bertanggung jawab”.

[irp]

Adapun pada masa khalifah Umar Bin Abdul Aziz, selama tiga tahun berkuasa, tidak ditemukan satu orangpun fakir miskin (yang layak menerima zakat).

Dikisahkan, di masanya, terjadi kesulitan membelanjakan kas baitul mal karena tidak ada lagi yang membutuhkannya. Masya Allah.

Rahasia kesejahteraan pada masa itu, terletak pada penerapan sistem Islam, , dimana ekonomi Islam bukan hanya sekedar zakat, infak, dan sedekah semata, namun pada mekanisme pemasukan kas negara(baitul mal).

Dijelaskan dalam nash syariat, pemasukan baitul mal selain berasal dari zakat, infak, sedekah, juga berasal dari pengelolaan sumber daya alam yang dikelola oleh negara.

[irp]

Inilah kekhasan sistem ekonomi Islam, dimana sumber daya alam tidak diserahkan kepada swasta apalagi asing, namun dikelola oleh negara, dan hasilnya dimanfaatkan untuk memenuhi pengelolaan urusan masyarakat.

Melihat sumber daya alam Jawa Barat yang gemah ripah, tampaknya kita perlu melirik kepada sistem Islam, agar kemiskinan dapat dientaskan.

Para ibu pun akan fokus pada peran mereka, mencetak generasi penerus bangsa, tanpa diberikan beban tambahan yang berat, akibat kemiskinan sistemik.

Siti Susanti, S.Pd., Pengelola Majlis Zikir As-sakinah

Tags: ISLAMkemiskinanSolusi Efektif Mengatasi Kemiskinan
SendShare197Tweet123
Previous Post

Menuju Pengibaran Bendera, Kota Bandung Siap Sambut Peringatan KAA

Next Post

Dari Seniman hingga Aktivis Sampaikan Asa dan Doa untuk Yana

RelatedPosts

Anggota DPRD Kota Bandung Hadiri Musrenbang RKPD 2026 di Kecamatan Bojongloa Kaler, Soroti Kemiskinan dan UMKM Kreatif
Parlemen

Anggota DPRD Kota Bandung Hadiri Musrenbang RKPD 2026 di Kecamatan Bojongloa Kaler, Soroti Kemiskinan dan UMKM Kreatif

9 Februari 2026
Menaikkan Tarif Pajak Sengsarakan Rakyat
Ekonomi

Menaikkan Tarif Pajak Sengsarakan Rakyat

29 Januari 2024
Perspektif Islam Melihat Perkembangan Medsos yang Semakin Pesat Berkembang
Regional

Perspektif Islam Melihat Perkembangan Medsos yang Semakin Pesat Berkembang

28 Desember 2022
Cara Islam Memuliakan Guru
Opini

Cara Islam Memuliakan Guru

14 Februari 2022
Bolehkah Perempuan Mengiringi Jenazah? Berikut Penjelasannya
Ragam

Bolehkah Perempuan Mengiringi Jenazah? Berikut Penjelasannya

10 Februari 2022
Suami Menolak Ajakan Istri Berhubungan Intim Apakah Berdosa?
Ragam

Suami Menolak Ajakan Istri Berhubungan Intim Apakah Berdosa?

8 September 2021
PWI Kota Bandung Berbagi di Minggu Ketiga Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini

PWI Kota Bandung Berbagi di Minggu Ketiga Bulan Suci Ramadan

15 Mei 2020
Next Post
Dari Seniman hingga Aktivis Sampaikan Asa dan Doa untuk Yana

Dari Seniman hingga Aktivis Sampaikan Asa dan Doa untuk Yana

Resmi Jadi Orang Nomor Satu di Kota Bandung, Ini Profil Yana Mulyana

Resmi Jadi Orang Nomor Satu di Kota Bandung, Ini Profil Yana Mulyana

Dilantik Jadi Wali Kota, Dukungan dan Optimisme Mengalir untuk Yana

Dilantik Jadi Wali Kota, Dukungan dan Optimisme Mengalir untuk Yana

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.