Sementara itu, Plt. Ketua Baznas Kota Bandung, Heri Kusaeri menyatakan, proses penjaringan penerima manfaat program Bandung Peduli ini sangat ketat. Verifikasi dilakukan secara berulang dengan memantau data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung.
Heri menuturkan, PT Pos terpilih karena memiliki data yang komplit mengenai warga penerima manfaat, sehingga bisa dipastikan tidak duplikasi.
“Kami akan prioritaskan yang sama sekali tidak dapat program pemerintah. Kami sampai empat kali mendata bulak balik terus. Setelah ada yang tidak dapat sama sekali, baru itu yang diprioritaskan,” kata Heri.
Selain dari donatur umum, Heri mengungkapkan, dana untuk program Bandung Peduli ini juga berasal dari zakat profesi yang disisihkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung.
Sebelumnya, Baznas sudah rutin menjalin kolaborasi bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan (Kesra), khusus Bandung Peduli ini sebagai bantuan tambahan bagi yang terdampak pandemic Covid-19.






































































Discussion about this post