Debu korupsi
Dalam teori, Lord Action yang menyebutkan ” power tends to corrups, absolute power” . Kekuasaan itu cenderung korup, kekuasaan absolut benar – benar korup. Orang hebat hampir selalu jahat , Dan apakah Indonesia saat ini sudah mengarah kesana. Tak terelakkan, Indonesia masih terus berjuang dalam mengeliminasi gurita korupsi, yang mulai menyerang Indonesia, dan kita bisa melihat diberbagai lini mulai dari anggota DPR, DPRD, ASN, penegak hukum, terkena debu korupsi, dan saat ini sudah menyerang diberbagai lapisan masyarakat termasuk oknum KPK, polisi/ TNI, jaksa, hakim, pengacara dan lembaga pemasyarakatan.
Maka Dipundak KPK dan penegak hukum lainnya (Polri, Jaksa, Hakim), publik masih berharap, tidak ada lagi rekening berjalan. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Contoh kongkrit berbagai bantuan telah digulirkan salah satunya Bansos, Dana Desa, sampai BLT, ( Bantuan Langsung Tunai) dan tak pelak dari berbagai bantuan pasti di korupsi.
Yang lebih memalukan korupsinya dilakukan seorang menteri. Padahal tujuan akhir berbagai bantuan itu untuk kemakmuran, dan kesejahteraan masyarakat. Bagi ASN, TNI / Polri,Satgas Covid saja, kegetiran masa Covid 19, apalagi adanya varian baru terasa juga lebih ngeri dengan adanya PPKM darurat.
Apalagi bagi warga masyarakat yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) karena perusahaan bangkrut, juga bagi masyarakat tidak mampu. Namun masih saja ada, segelintir perilaku oknum pejabat/ penguasa yang menyalahgunakan wewenangnya, dengan melakukan gravitasi, korupsi dan sejenisnya. Sehingga muncul pertanyaan kapan korupsi di Indonesia dapat berhenti. dan menjadikan Indonesia negara yang madani, cukup sandang, pangan dan perumahan, sejahtera lahir dan batin. Dirgahayu Polri, semoga tetap Jaya Bhayangkaraku.
Penulis, Pemerhati Polisi, Sosial dan Budaya.



















