4 fakta kebijakan pemerintah dalam mengganti BBM premium ke pertalite

oleh

Bewarajabar.com – Pemerintah dikabarkan akan mengganti bahan bakar minyak premium ke yang lebih ramah lingkungan seperti pertalite sudah disusun rencananya.
Kebijakan ini lantaran BBM premium dinilai tidak ramah lingkungan yang akan merusak lingkungan sekitar baik polusi dan ekosistem lain.
Dilansir dari detik.com pemerintah sudah menyatakan serius dala upaya memperbaiki kondisi lingkungan dengan mendorong dan mengganti bahan bakar ke yang lebih ramah lingkungan.
Dalam rencanapemerintah tersebut terdapat 4 fakta yang menarik yaitu :

1. Premium Hanya Permulaan
Dalam rangka itu, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih menjelaskan bahwa Indonesia kini mulai memasuki masa transisi di mana BBM RON 90 akan menjadi bahan bakar antara menuju BBM yang ramah lingkungan.

“Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip di detik.com pada hari Kamis (23/12/2021).

2. Hanya 7 Negara yang Pakai
Dia mengungkapkan hal tersebut dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas Kegiatan Penyediaan dan Pendistribusian BBM dan LPG PT Pertamina (Persero) di Bogor, Senin (20/12).

Soerja menjelaskan bahwa saat ini hanya ada tujuh negara yang masih menggunakan Premium RON 88. Volume yang digunakan pun sangat kecil. Kesadaran masyarakat menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik menjadi salah satu penyebabnya.

3. Pertalite Juga Bakal Musnah
Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa pemerintah sedang menyusun peta jalan (roadmap) BBM ramah lingkungan, di mana nantinya Pertalite juga digantikan dengan BBM yang kualitasnya lebih baik.
“Dengan roadmap ini, ada tata waktu di mana nantinya kita akan menggunakan BBM ramah lingkungan. Ada masa di mana Pertalite harus dry, harus shifting dari Pertalite ke Pertamax,” katanya.

4. Antisipasi Gejolak di Masyarakat
Proses peralihan Pertalite ke Pertamax ini juga dibahas dalam FGD tersebut agar peralihan tersebut tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Sehingga kita juga mencermati volume Pertalite yang harus disediakan untuk masyarakat,” tambah Soerja.

Perubahan dari Premium ke Pertalite diperkirakan akan mampu menurunkan kadar emisi CO2 sebesar 14%, untuk selanjutnya dengan perubahan ke Pertamax akan menurunkan kembali emisi CO2 sebesar 27%.

Sumber: https://finance.detik.com/energi/d-5868385/simak-4-fakta-bbm-premium-dan-pertalite-mau-dihapusQ/