Bandung, Bewarajabar.com – Program Pelatihan Barista Z Coffee menjadi langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan ekonomi mahasiswa melalui penguatan keterampilan dan jiwa kewirausahaan.
Badan Amil Zakat Nasional berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Pelatihan Barista Z-Coffee sebagai bagian dari program pendayagunaan zakat produktif. Kegiatan ini diikuti oleh 26 mahasiswa penerima manfaat dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat.
Sejumlah kampus ternama turut mengirimkan peserta dalam program ini, di antaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Telkom University, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, serta Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya.
Keterlibatan berbagai institusi pendidikan ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga filantropi dalam mencetak generasi muda yang mandiri secara ekonomi.
Program yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis sebagai barista, tetapi juga memberikan pembekalan menyeluruh terkait pengembangan usaha, pelayanan pelanggan, serta strategi bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Peserta dilatih untuk mampu meracik kopi secara profesional sekaligus memahami konsep kewirausahaan modern, termasuk pemanfaatan platform digital.
Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, menyampaikan bahwa tantangan dunia usaha saat ini tidak hanya terletak pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perilaku konsumen.
“Dalam dunia bisnis hari ini, tantangannya bukan hanya bagaimana menghadirkan racikan kopi yang nikmat atau tempat yang estetik. Lebih dari itu, usaha harus mampu hadir dalam genggaman masyarakat, hadir di ruang digital, dan benar-benar dikenal publik. Kemudahan akses informasi menjadi faktor penting agar konsumen tertarik datang dan merasakan racikan kopi dari tangan-tangan Barista Z-Coffee,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat dalam program ini merupakan langkah strategis dalam mengembangkan model pendayagunaan zakat yang produktif dan adaptif.
Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi para penerima manfaat, tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
Salah satu peserta dari Institut Teknologi Bandung, Gina, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan mengikuti program tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberikan wawasan baru, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dalam membangun pola pikir kewirausahaan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Pelatihan Barista Z-Coffee ini sangat membuka wawasan kami, bukan hanya tentang teknik meracik kopi, tetapi juga tentang bagaimana membangun usaha yang relevan dengan perkembangan digital saat ini. Program ini memberi kami semangat untuk lebih mandiri dan berani memulai usaha,” ungkapnya.
Melalui program Pelatihan Barista Z Coffee, Badan Amil Zakat Nasional bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat berharap dapat menciptakan model pemberdayaan mahasiswa mustahik yang berkelanjutan.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya produktif dan mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.


































































Discussion about this post