ORANG – ORANG KUAT

oleh

Oleh : H.Jaenudin.S.Sos


Jangan ada tafsir, atau ada pemikiran , orang kuat disini, adalah jagoan bela diri, jenderal, orang yang dekat dengan kekuasaan, konglomerat dan lainnya.

Kuat disini, adalah mereka yang bekerja dengan ikhlas, mengabdikan dirinya sebagai sukarelawan dalam pembangunan sarana ibadah dan madrasah tempat belajar anak-anak yang berada dilingkungan RW 23 Mekarsari, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Dengan cara, membantu pembangunan mesjid dan sarana ibadah lainnya, tanpa pamrih, hanya makan, minum dan rokok, mereka menerima. Itupun tidak minta, hanya bentuk perhatian kita sebagai panitia yang telah menerima titipan dari warga masya rakat berupa wakaf, sadakoh, infak dan amal jariah lainnya.

Mereka para donatur, dermawan adalah orang kuat juga, karena dengan ihklas pula mereka, mereka menyisihkan sebagian rezekinya, untuk kepentingan warga masyarakat, baik yang berada dilingkungan RW 23 Mekarsari Baleendah, atau dari luar wilayah RW 23.

Bahkan saat ini ada yang berasal, dari Kota Bandung, dengan berbagai latar belakang profesi seperti pengusaha, pedagang, petani, angkutan dan lain sebagainya yang peduli pada aktivitas sosial dan keagamaan, tanpa ada ikatan, artinya tidak harus ini dan itu.

Apalagi ada ikatan politik. Mereka para dermawan yang tulus mengabdikan dirinya, untuk kepentingan umat dan sesama. Salah satunya adalah suplai makanan dari salah satu rumah makan, dengan menu membuat “kabita ” seperti yang dilakukan RM.Cipta Rasa, dengan sate dan gulenya.

Dengan tulus, menyiapkan makan gratis, bahkan dikirim ke lokasi pembangunan Mesjid Jami Nurul Abror di RW 23 Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah, dengan jarak dari lokasi rumah makan sekitar 1 Km.
Mereka suami istri datang ke lokasi pembangunan.

Orang kuat yang penulis sampaikan, adalah bukan ormas yang arogan membuat kekacuan dan membuat onar. Orang kuat disini, adalah warga masyakarat biasa, yang memiliki hati ikhlas dalam membantu sesamanya, juga membantu kepada pemerintah dengan tidak membuat onar.

Bukan oknum ormas atau oknum LSM, yang notabene mengklaim bahwa mereka, adalah pembela rakyat. Tapi kenyataan mereka segelintir kaum pemeras rakyat.**

Penulis, pemerhati Polisi, sosial dan budaya. Tinggal di Bandung Selatan.