Bandung, Bewarajabar.com – Kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta dengan skor 2-1 pada Minggu malam (10/5/2026) berubah menjadi insiden mencekam setelah seorang pemuda dilaporkan menjadi korban pembacokan di kawasan Kiaracondong, Kota Bandung.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di Jalan Ibrahim Adjie, tepatnya di depan Gang Mbah Malim, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong.
Saat itu, ruas jalan dipenuhi iring-iringan kendaraan dan massa yang tengah merayakan kemenangan Maung Bandung.
Korban diketahui bernama Arya Rachman Saputra (24), warga Kecamatan Kiaracondong.
Berdasarkan keterangan saksi, korban saat itu tengah mengendarai sepeda motor dan melintas di lokasi konvoi sebelum diduga diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam.
Korban Ditemukan Tergeletak di Jalan
Salah seorang teman korban, Boim, mengatakan sebelum kejadian mereka sempat menggelar nonton bareng pertandingan Persib melawan Persija.
“Setelah Persib menang, kami ikut merayakan kemenangan. Sekitar pukul 22.00 WIB kami sempat mengisi bensin di SPBU Jalan Jakarta. Setelah itu saya melihat adik saya sudah tidak ada dan saya kira bersama temannya,” ujarnya.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju arah Kiaracondong. Namun sesaat sebelum Flyover Kiaracondong, ia melihat sekelompok orang berada di tengah jalan.
“Saat saya melintas, ternyata adik saya sudah tergeletak dan mengalami luka. Saya langsung membawanya ke RS Pindad,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek di bagian kening dan mengeluhkan sakit pada kepala. Korban kemudian mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Pindad.
Peristiwa itu telah dilaporkan ke Polsek Kiaracondong dan tercatat dalam Surat Tanda Bukti Laporan Pengaduan Nomor: STBL/ADU/61/V/2026/JBR/RESTABES BDG/Polsek Kiaracondong.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Sorotan terhadap Pengamanan dan Kamtibmas
Insiden tersebut memunculkan sorotan terhadap sistem pengamanan dan kondisi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama konvoi kemenangan Persib berlangsung di sejumlah titik Kota Bandung.
Sejumlah saksi menyebut situasi di lokasi kejadian berlangsung semrawut dan minim pengawasan.
Bahkan beberapa warga mengaku tidak melihat adanya petugas pengamanan maupun respons cepat saat korban tergeletak di jalan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait kesiapan pengamanan konvoi yang melibatkan ribuan massa dan kendaraan di ruas jalan utama Kota Bandung.
Padahal dalam sejumlah laga besar Persib sebelumnya, aparat gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga unsur kewilayahan rutin diterjunkan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Dalam beberapa pertandingan Persib musim 2026, Polrestabes Bandung bahkan diketahui mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama pertandingan maupun konvoi kemenangan.
Peran Pemkot Bandung Jadi Perhatian
Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya peran Pemerintah Kota Bandung dalam memastikan keamanan masyarakat di tengah euforia sepak bola.
Pemerintah daerah dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam mengoordinasikan pengamanan lintas instansi, mulai dari aparat keamanan, kewilayahan, hingga pengaturan arus lalu lintas agar perayaan kemenangan tidak berubah menjadi gangguan kamtibmas maupun menimbulkan korban.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, diharapkan memberikan perhatian serius terhadap evaluasi pola pengamanan konvoi suporter, khususnya di titik rawan kerumunan seperti jalur protokol dan flyover.
Selain itu, Pemkot Bandung juga dinilai perlu memperkuat langkah mitigasi melalui patroli gabungan, pos pengamanan terpadu, pengawasan wilayah, hingga edukasi kepada suporter agar tetap menjunjung sportivitas dan ketertiban umum.





































































Discussion about this post