Bekasi, Bewarajabar.com – BAZNAS Jawa Barat mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam penyaluran santunan kepada keluarga korban kecelakaan tragis antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Kabupaten Bekasi.
Agenda kemanusiaan tersebut berlangsung pada Rabu (29/4/2026) di kediaman almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, karyawan Kompas TV, yang berlokasi di Komplek Griya Asri 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja, Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi H. Aminnulloh, Direktur Utama Kompas TV Rosianna M. Silalahi, unsur Forkopimda Kabupaten Bekasi, jajaran PT Kereta Api Indonesia, Jasa Raharja, serta BPJS Ketenagakerjaan.
Berdasarkan informasi awal, kecelakaan terjadi pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.53 WIB di area Stasiun Bekasi Timur.
Insiden bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Jakarta berada dalam posisi berhenti di jalur stasiun.
Dari arah belakang, KA Argo Bromo Anggrek kemudian menabrak rangkaian KRL tersebut.
Benturan keras mengakibatkan kerusakan berat pada gerbong belakang, termasuk gerbong khusus perempuan, hingga menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang.
Dedi Mulyadi Sampaikan Belasungkawa
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban kecelakaan.
“Kami hadir untuk menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama seluruh stakeholder berkomitmen memberikan dukungan moril maupun bantuan yang dibutuhkan keluarga korban,” ujarnya.
Setelah menyerahkan santunan, rombongan juga melanjutkan kunjungan ke RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk korban yang masih menjalani perawatan medis.
Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS merupakan bagian dari respons kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak musibah.
Menurutnya, santunan yang disalurkan berasal dari amanah zakat dan dana sosial keagamaan yang diperuntukkan membantu masyarakat dalam kondisi darurat dan duka.
“BAZNAS Jawa Barat hadir mendampingi pemerintah dalam memberikan dukungan kepada keluarga korban. Ini bagian dari komitmen kemanusiaan dan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Santunan Diharapkan Ringankan Beban Korban
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga korban sekaligus menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial dalam penanganan musibah.
Selain bantuan langsung, koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan guna memastikan proses penanganan korban berjalan optimal dan seluruh hak korban terpenuhi.
Melalui agenda ini, BAZNAS Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya untuk hadir dalam berbagai situasi kemanusiaan di wilayah Jawa Barat.










































































Discussion about this post