Rekrutmen Polri
Pada tahun 2021, rekrutmen Polri, meliputi Akademi Kepolisian, (Akpol), PPS Sarjana, Bintara dan Tamtama. Dan sampai saat ini, kuota menjadi anggota Polri diseluruh Indonesia adalah Akademi Kepolisian (Akpol) adalah 175 orang, taruna 145 orang taruni 30 Orang, PPS Sarjana 75 orang, dengan proyeksi kedokteran, informatika sementara Bintara, 10.650 orang dan tamtama 500 orang. (Penerimaaan.go.id.Polri.)
Dalam rekrutmen disyinyalir terjadi dipersaingan tidak sehat, Seperti muncul di Polda Papua. Tak ada asap jika tak ada api, artinya masih ada oknum-oknum yang berbuat curang demi kepentingannya pribadi atau kelompok, apakah itu dilakukan oknum anggota Polri atau mafia penerimaan anggota Polri. Tentunya ini perlu mendapat perhatian pucuk pimpinan Polri (Kapolri). Salah- satunya adalah memperkuat fungsi Pengawasan baik dari Irwasum atau Propam Mabes Polri, termasuk Intelijen Kepolisan Tuntutan kepada polisi, juga Intelijen.
Seiring dengan situasi dan kondisi dinamis, warga masyarakat, bahkan, sering kebablasan, dengan anggapan bahwa kekuasaan ada ditangan rakyat (vak voluli, vak dei), Suara rakyat adalah suara Tuhan. Di usia yang ke 75 tahun. Publik berharap polisi hari ini, lebih baik dari kemarin. Namun apa daya, pasca reformasi, situasi bukan semakin baik, korupsi pun, merajalela, seolah korupsi itu sudah merupakan budaya, padahal itu adalah tindakan pidana yang telah menghancurkan moral dan tatanan bangsa Indonesia.
Walaupun telah ada UU Korupsi No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi, sebagaimana di ubah dalam Undang – Undang No.20 Tahun 2001, tanggal 18 Juni 2020. Korupsi semakin mengurita.



















