Kab. Bandung Barat, BewaraJabar — Harga cabai di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terjun bebas sejak beberapa pekan terakhir. Sempat menyentuh angka Rp60.000-80.000 per kilogram pada awal Ramadan, harga cabai di KBB kini merosot ke angka Rp22.000 per kilogram.
Berdasarkan hasil pengamatan Dinas Perdagangan Bandung Barat di 7 pasar yaitu Pasar Tagog Padalarang, Pasar Curug Agung, Pasar Cisarua, Pasar Panorama Lembang, Pasar Cililin, Pasar Batujajar, dan Pasar Sindangkerta harga cabai cenderung terus menurun sejak beberapa pekan terakhir. Puncaknya hari ini berada di angka Rp22.000 per kilogram.
“Harga cabai keriting terus turun dari harga Rp28.000 pekan lalu, kini ke Rp22.000 per kilogram. Untuk cabai biasa dari Rp30.000 ke Rp28.000. Penurunan harga cabai keriting ditandai dengan melimpahnya stok,” kata Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan KBB, Asep Anjar, Kamis 2 September 2021.
Menurut Asep ada kemungkinan merosotnya harga cabai di sejumlah pasar KBB. Pertama karena ada panen raya sehingga menimbulkan stok melimpah. Kedua disebabkan minimnya permintaan pasar karena PPKM tak mengizinkan sektor usaha makanan, acara pernikahan, dan perhotelan dibuka.
“Ada dua kemungkinan penyebabnya. Satu panen raya yang berbarengan membuat komoditi melimpah. Ditambah stoknya tak bisa diserap karena industri makanan dan perhotelan tutup selama PPKM,” tambahnya.
Dinas Perdagangan saat ini terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar membahas cara untuk mengendalikan harga cabai. Beberapa opsi akan dicoba salah satunya memberi jeda waktu panen atau mendistribusikan stok cabai ke daerah yang kekurangan.
“Kita sedang berusaha dengan provinsi agar ada pengurangan stok di pasar-pasar induk seperti Caringin, dengan cara dikirim ke daerah lain. Mudah-mudahan dalam waktu dekat stabil lagi,” ujarnya


































































Discussion about this post