Simak Cara Pencairan Dana JKP dan JHT dari BPJS Ketenagakerjaan

oleh
Simak Cara Pencairan Dana JKP dan JHT dari BPJS Ketenagakerjaan
JKP pengganti JHT BPJS Ketenagakerjaan yang terkena PHK. /Instagram @bpjs.ketenagakerjaan

Bewarajabar | Jakarta – Dalam dunia kerja, perusahaan maupun instansi idealnya mendaftarkan pegawai atau karyawannya dengan jaminan/asuransi kesehatan maupun keselamatan pada Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan.

Bagi pekerja yang telah terdaftar keanggotaannya pada BPJS Ketenagakerjaan dapat memperoleh dana atau manfaat dari Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Pencairan dana JKP dan JHT sangat penting demi keberlangsungan kehidupan masing-masing individu setelah lepas dari urusan perkantoran. Informasi soal JKP masih terbilang baru dan belum diketahui secara luas oleh masyarakat.

“Denger-denger sekarang mau ada jaminan kehilangan pekerjaan (JKP). Itu gimana ya? Soalnya denger dari temen dia udah dapet sosialisasi gitu,” ujar warganet berikut yang dituliskan dalam tweet.

Lalu, apa itu JKP dan JHT, berapa besarannya dan bagaimana cara mencairkannya?

Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)

Mengutip Kompas.com, (20/1/2022), program JKP adalah jaminan yang diberikan kepada pekerja/buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Program ini diberikan kepada pekerja dengan tujuan mempertahankan derajat kehidupan yang layak pada saat pekerja kehilangan pekerjaan.

Kendati demikian, pekerja tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak saat terjadi risiko pemutusan hubungan kerja seraya berusaha mendapatkan pekerjaan kembali.

Besaran dana pencairan JKP

Manfaat program JKP diberikan kepada peserta yang mengalami PHK dan belum bekerja, serta memiliki komitmen untuk kembali ke pasar kerja.