Sign in

Sign up

Oktober 25, 2019

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Gelar Sejumlah Acara

By admin@bewara 0 70 Views

BANDUNG, BEWARAJABAR.COM — Memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2019, Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Bandung menggelar sejumlah kegiatan. Di antaranya upacara peringatan dan pemilihan Pemuda Pelopor.

Kepala Seksi Kemitraan dan Prestasi Pemuda Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Bandung, Supriyadi mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menggelar upacara dengan tema “Bersatu Kita Maju”. Tak hanya upacara, tetapi juga bakal digelar kesenian tari jaipong, musik, bazzar dan doorprize.

“Untuk tahun ini upacara bakal diikuti oleh beberapa elemen pemuda. Selain itu ada kesenian tari jaipong, musik, bazzar dan doorprize,” katanya saat menjadi narasumber di Bandung Menjawab di Ruang Media, Balai Kota Bandung, Kamis (24/10/2019).

Menurut Supriyadi, sesuai dengan tema peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, yaitu “Bersama Kita Maju”, maka kemajuan bangsa tidak hanya dari pemerintah saja, tetapi harus ada kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat.

“Kalau ada kesatuan dengan semua unsur dengan berbagai elemen, khususnya Kota Bandung, dan umumnya Indonesia bisa maju,” ucapnya.

Supriyadi berharap, dalam peringatan sumpah pemuda ini, pemuda Kota Bandung bisa lebih mengembangkan karya, inovasi dan kreativitas yang dapat membantu minimal di lingkungannya.

“Secara umumnya, para pemuda bisa juga membantu Pemkot Bandung dalam menanggulangi persoalan kepemudaan,” katanya.

Sedangkan pemilihan Pemuda Pelopor 2019, Supriyadi menjelaskan, saat ini telah memasuki tahap seleksi. Rencananya, Pemuda Pelopor terpilih diumumkan pada November mendatang.

“Nanti pada November, akan diumumkan pemenang atau yang mendapat predikat sebagai Pemuda Pelopor Kota Bandung dengan lima kategori yang dilombakan,” katanya.

Menurut Supriyadi, dalam seleksinya, para pemuda harus menunjukkan inovasi dan karya mereka yang dapat dikembangkan ke depannya.

“Pemuda tersebut harus punya suatu karya atau influence ke masyarakat. Contohnya dalam bidang pendidikan, ada komunitas Matahari Kecil. Para pemuda yang membantu memberikan pengajaran kepada anak-anak kurang mampu atau putus sekolah,” katanya. (*)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: