Sign in

Sign up

Februari 7, 2020

Rani Mendapatkan Sambutan Luar Biasa dari Masyarakat Tionghoa

By admin@bewara 0 97 Views

Jakarta, bewarajabar.com — Penyanyi Tembang Kenangan, Rani Pancarani atau yang lebih dikenal dengan Rani.

Baru-baru ini tampil meramaikan acara menyambut malam Imlek di Nanga Pinoh, Kabupaten Malawi, Kalimantan Barat.

Rani mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat Tionghoa disana. Menurut Rani, ini adalah kali pertama dia mengunjungi kota tersebut. Walaupun ada banyak tawaran tampil di acara malam Imlek, tapi dia memilih untuk terbang ke Malawi yang jarak tempuhnya cukup jauh dan menguras tenaga.

“Penerbangannya dua kali, dari Jakarta ke Pontianak, lalu terbang lagi dari Pontianak ke Sintang. Dan sampai di Sintang masih harus naik mobil, selama satu jam perjalanan menuju Nanga Pinoh. Seru banget, saya mempersiapkan penampilan ini sudah jauh hari sebelumnya. Karena ini pengalaman baru bagi saya. Kalau ke Singkawang saya sudah pernah Imlekan disana, Pontianak juga…Nah ini ke Malawi, benar-benar asing buat saya. Tapi, banyak sekali teman-teman yang asalnya dari Nanga Pinoh, menyemangati saya, mereka semangat juga menunggu kehadiran saya,” papar Rani, ketika bincang dengan awak Media di Bandara Soekarno Hatta setibanya dari Kalimantan.

Sesampainya di Nanga Pinoh, Rani disambut dengan hangat oleh Panitia disana. Acara Imlek tahunan ini memang rutin diselenggarakan oleh mereka.

Acara dibuka oleh Bupati Malawi, Panji. S.sos. Dalam kesempatan itu, Rani juga sempat berduet dengan Istri Bupati Malawi, ibu Astrid yang ternyata sangat mahir bernyanyi.

Suasanya semakin meriah saat para tamu turun berjoged Maumeree bersama Rani dan istri Bupati. Terlihat sekali pembauran yang sangat baik di Nanga Pinoh. Antar ummat beragama saling menghargai. Di saat masyarakat Tionghoa merayakan Imlek, masyarakat Muslim yang tidak merayakan Imlek tetap ikut berbaur dan menikmati acara dengan sangat tertib .

Bisa dibilang , kehadiran Rani di panggung lapangan PERBASI tersebut sangat dinantikan masyarakat Tionghoa. Karena Rani yang kini telah berhijab, sangat mengundang penasaran mereka. Berhijab tetapi menyanyikan lagu Mandarin dan bicara pake bahasa Mandarin dengan fasih. Membuat mereka sangat menikmati penampilan Rani.

Selain lagu-lagu Mandarin, Rani juga membawakan lagu “Hits” nya yang bertajuk “Setangkai Anggrek Bulan”, “Gembala Sapi”, *Sepanjang Jalan Kenangan” dan beberapa tembang kenangan lainnya. Suasana semakin meriah saat Rani turun panggung dan mengajak mereka ikut bernyanyi bersama. Semuanya larut dalam suasana suka cita .

“Saya senang sekali bisa tampil di kota kecil tapi meriah ini. Penduduknya padat, jalan kesana kemari semua saling kenal saling sapa. Apalagi saat sarapan kami diajak ngopi pagi di Kopi Kasuari. Katanya, kalau belum ke kedai Kopi tersebut, berarti belum pernah ke Nanga Pinoh. Di Kedai, semua pengunjung saling kenal dan menyapa, asik banget pokoknya. Suasana Imlek disini benar-benar kental banget. Lampion sepanjang jalan, kembang api baru usai di jam 2 dinihari. Semua bersuka cita sepanjang jalan, luar biasa deh, beda sekali dengan Jakarta yang malam Imlek jam 10 malam tidak lagi ramai semua sudah pulang ke rumah,” tutur Rani.

Apakah Rani sebelum tampil ada persiapan khusus……?

“Pasti dong….saya mempelajari lagu apa saja yang mereka suka. Saya tetap mau belajar dan belajar, saya banyak tanya dan minta pendapat, kostum juga, saya persiapkan dengan baik. Baju yang bisa membuat saya leluasa gerak jalan sana sini. Alhamdulillah penampilan saya tidak mengecewakan, apalagi band pengiringnya juga berusaha pelajari lagu-lagu saya dengan sangat baik. Band Intermezzo namanya, sangat terkenal di Melawi. Semoga saya diundang lagi oleh Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa di Malawi untuk meramaikan acara mereka lagi nanti,” jawab istri pesulap Adri Manan ini.

Sebelum meninggalkan Nanga Pinoh, Rani sempat ke jamuan makan hari Raya Imlek di rumah Ketua MABT (Majelis Adat Budaya Tionghoa).

“Kami dijamu sangat apik sekali oleh pak Taufik dan istri. Disediakan buah Durian segala, wah pokoknya mantab. Durian disana memang enak banget, saya kalau gak ingat masih ada jadwal show Imlek kedepannya. Nanti saya pasti bablas tuh…makan Durian sepuasnya. Takut suara serak karena panas dalam

Apa harapan Rani di tahun Tikus Logam ini…….?

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya sebenarnya tidak merayakan Imlek. Tetapi turut berbahagia bisa ikut memeriahkan Imlek setiap tahun, biar bagaimanapun Budaya Imlek sudah melekat di diri saya sejak kecil waktu masih tinggal di Taiwan. Semoga tahun ini masyarakat Indonesia bisa kembali bersatu, tidak lagi terpecah belah karena politik. Semoga perekonomian meningkat. Untuk diri saya sendiri semoga saya selalu sehat, keluarga saya sehat. Dan semoga orang-orang tidak bosan dengar saya nyanyi hehehehe…..” pungkas Rani sembari tertawa lepas.

Tinggalkan Balasan