Kab. Garut, Bewarajabar.com – Anggota MPR RI yang juga anggota DPR RI Fraksi PAN Muhammad Hoerudin Amin menegaskan semangat nilai agama Islam dalam perumusan Pancasila begitu sangat kuat. Pasalnya banyak tokoh-tokoh Islam yang terlibat serta berperan aktif dalam proses perumusan Pancasila.
Hal tersebut ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika di Pameungpeuk Kab. Garut, Minggu 14 Desember 2025 (siang).
Kegiatan sebagai media Sosdap MPR RI tersebut menarik minat serta animo warga hingga acara pun berlangsung interaktif.
Masih dikatakan Hoerudin Amin, Pancasila dapat dikatakan sebagai produk pemikiran Islam yang menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Adapun tokoh-tokoh Islam sekaligus tokoh bangsa yanh terlibat dalam proses perumusan Pancasila diantaranya ada Mohammad Yamin.
“Mohammad Yamin adalah seorang tokoh Islam dan salah satu anggota Panitia Sembilan, beliau mengusulkan sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai dasar negara. Saat itu Mohammad Yamin terinspirasi dari ajaran Islam yang menekankan pentingnya keesaan Allah,” terang politisi PAN ini.

Tokoh lainnya ada Mohammad Hatta. Ia merupakan seorang tokoh Islam dan Wakil Presiden pertama Indonesia, juga berperan dalam perumusan Pancasila.
“Bung Hatta menekankan pentingnya nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Juga ada Kasman Singodimedjo, seorang tokoh Islam dan anggota Panitia Sembilan, mengusulkan sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai dasar negara. Singodimedjo menekankan pentingnya keesaan Allah dalam ajaran Islam,” bebernya.
Muatan serta nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Pancasila begitu jelas dan tegas.
Bahkan Hoerudin memandang hal tersebut karena andil dari tokoh-tokoh yang disebutkannya tadi.
Nilai-nilai Islam, sambungnya, ada pada sila pertama yakni “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
“Keesaan Allah menekankan pentingnya keesaan Allah, yang merupakan prinsip dasar dalam ajaran Islam. Ditambah pula pada sila “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yang menekankan pentingnya keadilan, yang merupakan nilai penting dalam ajaran Islam,” paparnya.
Ditandaskannya juga, pada sila ketiga yang berbunyi “Persatuan Indonesia”.
Dimana persatuan tersebut menekankan pentingnya persatuan, yang merupakan nilai penting dalam ajaran Islam.
Nilai lainnya diungkap Hoerudin yakni sila “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”.
Kemanusiaan yang dinilainya menekankan pentingnya kemanusiaan, yang merupakan nilai penting dalam ajaran Islam. (*)








































































