Bandung, bewarajabar.com – Program Pemerintah Jawa Barat yang diharaf menjadi model untuk provinsi lainnya, dalam acara Buka Bersama dengan berbagai unsur masyarakat, mengundang komentar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Hj Dewi Sartika, ditemui Media saat mengelilingi Area Gedung Sate untuk merichek keberadaan staff yang membawa kaum Dhuafa yang diikut sertakan dalam acara Bubos. Bagi kami acara ini dinilai sangat positip, bernuansa keagamaan dan penuh toleransi serta berbagi pada sesama. Ada nilai kebersamaan antara pemerintah Jabar dan berbagai unsur komunitas serta masyarakat yang tidak mampu, semoga mempererat persatuan dan kesatuan, tegas ibu Ike pada media diarea Gedung Sate Bandung.( 25/5 /2019 ).
Berdasarkan hasil ricek ke panitia yang membawa kaum Dhuafa binaan DKM Baitush Sholihin yang ada di lembaga Disdik jabar Jalan DR. Radjiman Bandung, dijelaskan oleh H . Oma selaku Pengurus DKM, untuk melaksanakan Amanat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kami mengintruksikan para ASN lewat kepala Bidang masing masing, sebanyak 100 ASN yang akan mengawal anak yatim Piatu menuju Gedung Sate Bandung, kata Oma.
Dari 100 ASN yang di daptar 50 orang yang wajib dan 50 orang cadangan, disiapkan jika yang didaptar tidak bisa ikut karena kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan. Sementara jumlah Kaum Dhuafa yang didaptar dari Yayasan, berkisar 100 orang, sebagaimana amanat Pemprov Jabar semua kaum dhuafa dan yang dianggap tidak mampu serta layak mendapat santunan, kami bekali dengan Bingkisan dari Baznas, sepaket dengan uang santunan nya perorang Rp.100 rb, juga transfor kami tanggung dan makanan untuk berbuka bersama di gedung sate, kegiatan ini memang sangat tepat mengingatkan lembaga untuk berbagi pada yang tidak mampu, jelasnya pada Media. ( Farida ).