Menu

Mode Gelap
Kasus ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis Mengakibatkan 18 Korban, Begini Kata Kadisdik Jabar Sebanyak 18 Siswa Menjadi Korban ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis Cek Selengkapnya Ramalan Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Sabtu 15 Januari 2022 How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It

Regional · 23 Sep 2021 14:36 WIB

Kasus Covid-19 di Kota Bandung Terus Melandai, Ema: Momentum ini Harus Dijaga


 Kasus Covid-19 di Kota Bandung Terus Melandai, Ema: Momentum ini Harus Dijaga Perbesar

Bandung, BewaraJabar — Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ema Sumarna menegaskan meski kasus Covid-19 di Kota Bandung terus menurun, pihaknya selalu menggelar evaluasi dan tetap menyesuaikan dengan regulasi.

“Kota Bandung sekarang kita terima (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 3, yang penting kalau bagi kita bukan main di level, bagi kita itu adalah bagaimana progres kita harus terukur,” katanya usai melakukan monitoring vaksinasi Covid-19 di SMKN 15 Kota Bandung, Kamis 23 September 2021.

Berdasarkan indikator positivity rate 0,8 dan Bed Occupancy Rate (BOR) 12 persen maka kasus Covid-19 di Kota Bandung dinilai terkendali. Bahkan beberapa rumah sakit telah ada yang nol kasus.

“Momentum ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini tenaga kesehatan harus diutamakan agar selesai vaksinasi Covid-19 dosis ketiga. Saat ini telah mencapai 80 persen.

“Kalau untuk masyarakat, dosis ketiga menunggu kebijakan dari Pemerintah lebih atas. Karena bagaimana pun juga tergantung dari ketersediaan vaksin,” ucapnya.

Ema mengungkapkan, sektor yang lain juga harus dievaluasi di antaranya pendidikan, ekonomi, dan kegiatan sosial. Termasuk memfasilitasi agar sektor-sektor tersebut berjalan dengan baik.

“Saya pikir mereka (pelaku sektor ekonomi) itu tentunya harus semua difasilitasi,” kata Ema.

Ia menyampaikan melawan Covid-19 itu tidak bisa hanya tergantung Satgas. Karena Satgas sifatnya sebagai fasilitator, menyiapkan regulator, serta melakukan fungsi pengawasan.

“Tetapi dengan SDM yang terbatas, kita juga tidak mungkin bisa optimal. Makanya paling utama itu komitmen semua pihak. Dari individu, institusi, dan kelompok di masing-masing kegiatan berbagai sektor itu,” katanya.

“Sehingga terbangun komitmen komunal, tindakan secara serempak, masif, punya rasa empati, tanggung jawab secara keseluruhan,” imbuh Ema.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Sepekan Berjalannya PTM 100 Persen di Kota Bandung, Nadiem Makarim Kunjungi SMPN 2: Menarik

17 Januari 2022 - 19:02 WIB

Presiden Jokowi Serahkan BLT pada Sejumlah Pedagang di Pasar Sederhana Bandung

17 Januari 2022 - 18:55 WIB

Sepuluh Ribu Liter Minyak Goreng Terjual Saat Operasi Pasar Murah di Bandung

17 Januari 2022 - 18:50 WIB

Antusiasme Warga Bandung Saat Menyambut Kedatangan Jokowi

17 Januari 2022 - 18:46 WIB

Kunjungi Kota Bandung, Jokowi ‘Bagi-bagi Uang’ untuk Para Pedagang

17 Januari 2022 - 15:59 WIB

jokowi kunjungi bandung

Bus Trans Metro Pasundan Kembali Beroperasi, Ini Rute Terbarunya!

17 Januari 2022 - 15:47 WIB

Teman Bus
Trending di Regional