SMAN 1 Purwakarta menjadi salasatu sekolah yang mendapat penghargaan “Jabar Speak Up” dari UPTD Tikomdik Disdik Jabar
BANDUNG, bewarajabar.com — Belasan siswa terpilih menjadi peserta terbaik dalam program “Jabar Speak Up” yang digagas Unit Pelaksana Tugas Dinas Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Mereka pun menerima sertifikat penghargaan dari Sekretaris Disdik Jabar, Firman Adam pada Upacara Peringatan Hari Ibu di Lapangan Disdik Jabar, Jln. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Senin (23/12/2019).
Jabar Speak Up merupakan program bagi siswa untuk melatih dan mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Secara teknis, semua siswa di seluruh daerah di Jabar mengikuti konferensi video secara berkala UPTD Tikomdik selaku panitia acara untuk partisipasi kearifan lokal yang ada di daerah. Mulai dari budaya, pariwisata, dan kuliner. Promosi ini dipresentasikan menggunakan bahasa Inggris.
Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Hendra Kusuma Sumantri menuturkan, program ini bertujuan membiasakan siswa berkebangsaan Inggris. “Jabar Speak Up” adalah berbicara tentang menggunakan bahasa Inggris yang dikemas dengan cara yang menyenangkan,” katanya.
Ia berharap, kegiatan ini menghasilkan ide dan komunikasi baru yang bisa disampaikan oleh siswa. “Kadang-kadang kita sulit dikeluarkan karena kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Nah, melalui Jabar Bicara, kita dibor untuk itu,” ungkapnya.
Siswa ketiga yang mendapatkan penghargaan Jabar Bicara dari SMAN 1 Purwakarta. Mereka adalah Dayfino Madadyu, Andini Sartika, dan Regin Ghaida.
Mereka yang menghargai budaya daerah Purwakarta di bidang yang berbeda. Ghina menjelaskan, dia memperkenalkan edukasi hiburan yang diadakan di pusat Kota Sejuta Impian setiap Sabtu malam. “Yang ada di sana bukan hanya wisata kuliner, tapi juga ada pentas tari seperti jaipongan dan musik,” ungkapnya.
Sedangkan Dayfino mempresentasikan hubungan objek wisata yang saling berkaitan dengan objek wisata lainnya. Objek wisata yang ia promosikan adalah wisata Situ Buleud. Sementara Andini fokus pada pengembangan informasi seputar wisata untuk dipromosikan kepada wisatawan. “Saya fokus pada media promosi sosial sebagai media promosi pariwisata,” tuturnya.
Mereka mengaku mendapat banyak manfaat dari program tersebut. Bagi Regina, ajang ini bisa menjadi pembuktian bagi siswa untuk melatih diri guna membangun komunikasi menggunakan bahasa asing. Sementara Andini mengaku, dirinya menjadi lebih percaya diri dan peduli terhadap pariwisata yang ada di kotanya. “Kalau aku seneng karena memberi ruang untuk beraspirasi ke sekolah lain,” ujar Dayfino. ***