Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Info Bpjs

Pasien Gawat Darurat Di Faskes Kolaborasi & Yang Tidak Kolaborasi Bpjs

Admin 001 by Admin 001
13 Januari 2009
in Info Bpjs
0
Share on FacebookShare on Twitter

Info Bpjs Kesehatan – Bagaimana Prosedur Pelayanan Pasien Gawat Darurat Yang Tempatnya Tidak Ada Faskes Yang Kerjasama Dengan Bpjs Kesehatan? – Sebuah kebahagian bagi pasien dan keluarganya yang kondisi ekonomi pas pas-an memdapatkan pelayanan kesehatan yang standart ketika mengalami kondisi Gawat Darurat. Seorang pasien sanggup diurus secepatnya soal surat menyurat dan biaya pikir nanti saja, yang penting mendapat proteksi sebelum mengalami hal yang lebih parah lagi contohnya meninggal dunia. Pada halaman sebelumnya tentunya anda sudah membaca devinisi dari kondisi gawat darurat ini, artikel ini ialah lanjutan-nya, bersumber dari pihak Bpjs Kesehatan sendiri…

Prosedur Pelayanan Pasien Gawat Darurat 
Yang Tempatnya Ada Faskes Kerjasama & Tidak Ada Faskes Yang Kerjasama Dengan Bpjs Kesehatan

A. Dalam keadaan gawat darurat, maka: 
  1. Peserta sanggup dilayani di Faskes tingkat pertama maupun Faskes tingkat lanjutan yang berhubungan maupun yang tidak berhubungan dengan BPJS Kesehatan 
  2. Pelayanan harus segera diberikan tanpa dibutuhkan surat rujukan 
  3. Peserta yang mendapat pelayanan di Fasilitas kesehatan yang tidak berhubungan dengan BPJS Kesehatan harus segera dirujuk ke Fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan BPJS Kesehatan sesudah keadaan gawat daruratnya teratasi dan pasien dalam kondisi sanggup dipindahkan 
  4. Pengecekan validitas penerima maupun diagnosa penyakit yang termasuk dalam kriteria gawat darurat dilakukan oleh Fasilitas kesehatan 
  5. Fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik biaya pelayanan kesehatan kepada peserta
Pasien Gawat Darurat

 B. Prosedur Pelayanan Gawat Darurat di Faskes yang Bekerjasama dengan BPJS Kesehatan 

  1. Pada keadaan gawat darurat (emergency), seluruh Fasilitas kesehatan baik yang berhubungan maupun yang tidak berhubungan dengan dengan BPJS Kesehatan, wajib menawarkan pelayanan kegawatdaruratan sesuai indikasi medis 
  2. Pelayanan kegawatdaruratan di Faskes tingkat pertama sanggup diberikan pada Faskes daerah penerima terdaftar maupun bukan daerah penerima terdaftar
  3. Pelayanan kegawatdaruratan di Faskes tingkat pertama maupun lanjutan mengikuti mekanisme pelayanan yang berlaku 
C. Prosedur Pelayanan Gawat Darurat di Faskes Tingkat pertama dan Faskes Rujukan yang tidak berhubungan dengan BPJS Kesehatan 
1. Pada kasus gawat darurat penerima BPJS sanggup pribadi mendapat pelayanan di Faskes terdekat meskipun Faskes tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
2. Pelayanan gawat darurat di Faskes referensi sanggup pribadi diberikan tanpa surat referensi dari Faskes tingkat pertama.
3. Peserta melaporkan status kepesertaan BPJS Kesehatan-nya kepada Fasilitas kesehatan dalam jangka waktu: 
  • Pelayanan rawat jalan: pada ketika diberikan pelayan gawat darurat 
  • Pelayanan rawat inap: pada ketika diberikan pelayan gawat darurat atau sebelum pasien dirujuk ke Faskes yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan 

4. Faskes memastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan dengan cara: 

a) Faskes mengakses master file kepesertaan melalui: 
  • website BPJS Kesehatan yaitu www.bpjs-kesehatan.go.id
  • sms gateway; dan 
  • media elektronik lainnya. 
b) Apabila poin (a) tidak sanggup dilakukan maka Faskes menghubungi petugas BPJS Kesehatan melalui telepon atau mendatangi kantor BPJS Kesehatan
5. Jika kondisi kegawatdaruratan penerima telah teratasi dan sanggup dipindahkan, maka harus segera dirujuk ke Fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan BPJS Kesehatan

6. Apabila kondisi kegawatdaruratan pasien sudah teratasi dan pasien dalam kondisi sanggup dipindahkan, tetapi pasien tidak bersedia untuk dirujuk ke kemudahan kesehatan yang berhubungan dengan BPJS Kesehatan, maka biaya pelayanan selanjutnya tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan. Faskes harus menjelaskan hal ini kepada penerima dan penerima harus menandatangani surat pernyataan bersedia menanggung biaya pelayanan selanjutnya

7. Penanganan kondisi kegawatdaruratan di Faskes yang tidak berhubungan ditanggung sebagai pelayanan rawat jalan kecuali kondisi tertentu yang mengharuskan pasien dirawat inap.
8. Kondisi tertentu yang dimaksud diatas ialah sebagai berikut: 
  1. Tidak ada sarana transportasi untuk penyelamatan pasien. 
  2. Sarana transportasi yang tersedia tidak memenuhi syarat medis untuk evakuasi 
  3. Kondisi pasien yang tidak memungkinkan secara medis untuk dievakuasi, yang dibuktikan dengan surat keterangan medis dari dokter yang merawat. 
  4. Bagi pasien dengan kondisi kegawatdaruratan sudah teratasi serta sanggup dipindahkan akan tetapi masih memerlukan perawatan lanjutan, maka pasien sanggup dirujuk ke Faskes yang berhubungan dengan BPJS Kesehatan memakai ambulan yang telah berhubungan dengan BPJS Kesehatan.
Baca juga: Kompensasi Bpjs Untuk Peserta Yang Faskes-nya Tidak Memenuhi Syarat
Begitulah mekanisme pelayanan pasien kondisi gawat darurat yang tempatnya ada Faskes Yang Kerja Sama dengan pihak Bpjs Kesehatan dan kondisi gawat darurat yang tempatnya tidak ada Fasilitas Kesehatan yang kerjasama dengan Bpjs Kesehatan

REKOMENDASI

Pengertian Faskes Bpjs

13 Januari 2009

Pengertian Faskes Bpjs

13 Januari 2009

Pengertian Faskes Bpjs

13 Januari 2009

Pengertian Faskes Bpjs

13 Januari 2009

Info Bpjs Kesehatan – Bagaimana Prosedur Pelayanan Pasien Gawat Darurat Yang Tempatnya Tidak Ada Faskes Yang Kerjasama Dengan Bpjs Kesehatan? – Sebuah kebahagian bagi pasien dan keluarganya yang kondisi ekonomi pas pas-an memdapatkan pelayanan kesehatan yang standart ketika mengalami kondisi Gawat Darurat. Seorang pasien sanggup diurus secepatnya soal surat menyurat dan biaya pikir nanti saja, yang penting mendapat proteksi sebelum mengalami hal yang lebih parah lagi contohnya meninggal dunia. Pada halaman sebelumnya tentunya anda sudah membaca devinisi dari kondisi gawat darurat ini, artikel ini ialah lanjutan-nya, bersumber dari pihak Bpjs Kesehatan sendiri…

Prosedur Pelayanan Pasien Gawat Darurat 
Yang Tempatnya Ada Faskes Kerjasama & Tidak Ada Faskes Yang Kerjasama Dengan Bpjs Kesehatan

A. Dalam keadaan gawat darurat, maka: 
  1. Peserta sanggup dilayani di Faskes tingkat pertama maupun Faskes tingkat lanjutan yang berhubungan maupun yang tidak berhubungan dengan BPJS Kesehatan 
  2. Pelayanan harus segera diberikan tanpa dibutuhkan surat rujukan 
  3. Peserta yang mendapat pelayanan di Fasilitas kesehatan yang tidak berhubungan dengan BPJS Kesehatan harus segera dirujuk ke Fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan BPJS Kesehatan sesudah keadaan gawat daruratnya teratasi dan pasien dalam kondisi sanggup dipindahkan 
  4. Pengecekan validitas penerima maupun diagnosa penyakit yang termasuk dalam kriteria gawat darurat dilakukan oleh Fasilitas kesehatan 
  5. Fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik biaya pelayanan kesehatan kepada peserta
Pasien Gawat Darurat

 B. Prosedur Pelayanan Gawat Darurat di Faskes yang Bekerjasama dengan BPJS Kesehatan 

  1. Pada keadaan gawat darurat (emergency), seluruh Fasilitas kesehatan baik yang berhubungan maupun yang tidak berhubungan dengan dengan BPJS Kesehatan, wajib menawarkan pelayanan kegawatdaruratan sesuai indikasi medis 
  2. Pelayanan kegawatdaruratan di Faskes tingkat pertama sanggup diberikan pada Faskes daerah penerima terdaftar maupun bukan daerah penerima terdaftar
  3. Pelayanan kegawatdaruratan di Faskes tingkat pertama maupun lanjutan mengikuti mekanisme pelayanan yang berlaku 
C. Prosedur Pelayanan Gawat Darurat di Faskes Tingkat pertama dan Faskes Rujukan yang tidak berhubungan dengan BPJS Kesehatan 
1. Pada kasus gawat darurat penerima BPJS sanggup pribadi mendapat pelayanan di Faskes terdekat meskipun Faskes tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
2. Pelayanan gawat darurat di Faskes referensi sanggup pribadi diberikan tanpa surat referensi dari Faskes tingkat pertama.
3. Peserta melaporkan status kepesertaan BPJS Kesehatan-nya kepada Fasilitas kesehatan dalam jangka waktu: 
  • Pelayanan rawat jalan: pada ketika diberikan pelayan gawat darurat 
  • Pelayanan rawat inap: pada ketika diberikan pelayan gawat darurat atau sebelum pasien dirujuk ke Faskes yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan 

4. Faskes memastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan dengan cara: 

a) Faskes mengakses master file kepesertaan melalui: 
  • website BPJS Kesehatan yaitu www.bpjs-kesehatan.go.id
  • sms gateway; dan 
  • media elektronik lainnya. 
b) Apabila poin (a) tidak sanggup dilakukan maka Faskes menghubungi petugas BPJS Kesehatan melalui telepon atau mendatangi kantor BPJS Kesehatan
5. Jika kondisi kegawatdaruratan penerima telah teratasi dan sanggup dipindahkan, maka harus segera dirujuk ke Fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan BPJS Kesehatan

6. Apabila kondisi kegawatdaruratan pasien sudah teratasi dan pasien dalam kondisi sanggup dipindahkan, tetapi pasien tidak bersedia untuk dirujuk ke kemudahan kesehatan yang berhubungan dengan BPJS Kesehatan, maka biaya pelayanan selanjutnya tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan. Faskes harus menjelaskan hal ini kepada penerima dan penerima harus menandatangani surat pernyataan bersedia menanggung biaya pelayanan selanjutnya

7. Penanganan kondisi kegawatdaruratan di Faskes yang tidak berhubungan ditanggung sebagai pelayanan rawat jalan kecuali kondisi tertentu yang mengharuskan pasien dirawat inap.
8. Kondisi tertentu yang dimaksud diatas ialah sebagai berikut: 
  1. Tidak ada sarana transportasi untuk penyelamatan pasien. 
  2. Sarana transportasi yang tersedia tidak memenuhi syarat medis untuk evakuasi 
  3. Kondisi pasien yang tidak memungkinkan secara medis untuk dievakuasi, yang dibuktikan dengan surat keterangan medis dari dokter yang merawat. 
  4. Bagi pasien dengan kondisi kegawatdaruratan sudah teratasi serta sanggup dipindahkan akan tetapi masih memerlukan perawatan lanjutan, maka pasien sanggup dirujuk ke Faskes yang berhubungan dengan BPJS Kesehatan memakai ambulan yang telah berhubungan dengan BPJS Kesehatan.
Baca juga: Kompensasi Bpjs Untuk Peserta Yang Faskes-nya Tidak Memenuhi Syarat
Begitulah mekanisme pelayanan pasien kondisi gawat darurat yang tempatnya ada Faskes Yang Kerja Sama dengan pihak Bpjs Kesehatan dan kondisi gawat darurat yang tempatnya tidak ada Fasilitas Kesehatan yang kerjasama dengan Bpjs Kesehatan
SendShare196Tweet123
Previous Post

Pasien Gawat Darurat Di Faskes Kolaborasi & Yang Tidak Kolaborasi Bpjs

Next Post

Pasien Gawat Darurat Di Faskes Kolaborasi & Yang Tidak Kolaborasi Bpjs

RelatedPosts

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial
Ragam

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026
Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon
Regional

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar
Ekonomi

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026
Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota
Ragam

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen
Ekonomi

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar
Regional

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta
Regional

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa
Regional

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026
Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau
Pendidikan

Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau

30 September 2026
Next Post

Ketentuan Penerima Bpjs Yang Ingin Pindah Status Kepesertaan

Ketentuan Penerima Bpjs Yang Ingin Pindah Status Kepesertaan

Ketentuan Penerima Bpjs Yang Ingin Pindah Status Kepesertaan

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.