Menu

Mode Gelap
Kasus ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis Mengakibatkan 18 Korban, Begini Kata Kadisdik Jabar Sebanyak 18 Siswa Menjadi Korban ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis Cek Selengkapnya Ramalan Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Sabtu 15 Januari 2022 How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It

Regional · 7 Jan 2021 23:06 WIB

Pemkot Bandung usulkan 183.174 KK Warga Miskin Dapat Bantuan


 Pemkot Bandung usulkan 183.174 KK Warga Miskin Dapat Bantuan Perbesar

Bandung, Bewarajabar.com — Jelang pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pekan depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Sosial dan Penaggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) sesuai usulan agar 183.174 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Bandung memperoleh bantuan. Bantuan Sosial dari Kemensos RI ini dikhususkan bagi warga miskin dan tidak mampu sesuai usulan.

Seluruh warga yang masuk di DTKS mendapatkan Bansos, Para KPM tersebut merupakan keluarga miskin dan kurang mampu. Mereka diusulkan menerima berbagai bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sembako Nasional (BSN), dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, Tono Rusdiantono mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait hal itu. Melalui Kementerian Sosial, bantuan akan diberikan bagi warga yang sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

[irp]

“Warga miskin dan tidak mampu di Kota Bandug sesuai data DTKS semuanya akan mendapatkan bantuan sosial. Pemerintah Kota Bandung mengusulkannya ke pemerintah. Bantuannya dari Kemensos,” ucap Tono, Kamis (7 Januari 2021).

Tono menyebutkan secara terperinci bantuan berupa Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 42.036 KK. Sedangkan 84.165 KK mendapat Bantuan Sembako Nasional (BSN), dan sebanyak 56.973 KK mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST).

Khusus untuk bantuan PKH, sambung Tono, akan mendapatkan juga tambahan dari program BSN. “PKH itu lebih besar karena berdampingan dengan BSN. Karena bisa itu warga sangat miskin berada di desil 1. Kalau BSN itu desil 2 dan desil 3. Satu lagi itu BST basisnya DTKS,” ujarnya.

[irp]

Tono menyatakan, bantuan akan segera dibagikan pada Januari ini. Kemungkinan besar akan berbentuk uang tunai yang disalurkan melalui Bank BNI. “Perkiraan untuk PKH itu Rp400 ribuan karena gabungan PKH-nya saja sekitar Rp200 ribu ditambah BSN sekitar Rp200 ribu. Sedangkan BST itu sekitar Rp. 300 ribu,” jelasnya.

Informasi lebih lanjut mengenai bantuan sosial ini Tono menuturkan, bakal disampaikan oleh para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang berkoordinasi bersama Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) di tingkat kewilayahan.

“Kalau sudah ada daftar biasanya nanti diumumkan TKSK setelah itu biasanya diundang oleh BNI. Nanti pokoknya diinformasikan kembali oleh TKSK. Tinggal membawa data diri,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Sepekan Berjalannya PTM 100 Persen di Kota Bandung, Nadiem Makarim Kunjungi SMPN 2: Menarik

17 Januari 2022 - 19:02 WIB

Presiden Jokowi Serahkan BLT pada Sejumlah Pedagang di Pasar Sederhana Bandung

17 Januari 2022 - 18:55 WIB

Sepuluh Ribu Liter Minyak Goreng Terjual Saat Operasi Pasar Murah di Bandung

17 Januari 2022 - 18:50 WIB

Antusiasme Warga Bandung Saat Menyambut Kedatangan Jokowi

17 Januari 2022 - 18:46 WIB

Kunjungi Kota Bandung, Jokowi ‘Bagi-bagi Uang’ untuk Para Pedagang

17 Januari 2022 - 15:59 WIB

jokowi kunjungi bandung

Bus Trans Metro Pasundan Kembali Beroperasi, Ini Rute Terbarunya!

17 Januari 2022 - 15:47 WIB

Teman Bus
Trending di Regional