Pimpinan dan Anggota Dewan Kenang Sosok Mendiang Ade Supriadi

oleh
Di Aula Gedung DPRD Kota Bandung, jenazah almarhum Ade Supriadi mendapat penghormatan terakhir dari Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bandung, sejumlah Anggota DPR RI, Pejabat Pemerintah Kota Bandung, pegawai Setwan DPRD, hingga keluarga dan kerabat. Ajie/Humpro DPRD Kota Bandung.

Bewarajabar | Bandung – Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung Ade Supriadi, S.E., telah berpulang ke Rahmatullah, pada Senin, 25 Juli 2022, pukul 21.27 WIB, di RS. Santosa Kebonjati, Bandung. Almarhum Ade Supriadi berpulang di usia 60 tahun.

Ade Supriadi lahir pada 24 April 1962. Ia mengemban pendidikan di SDN Lengkong Besar 85, SMP Muslimin, SMEAN 2, dan STIE Tridharma Bandung.

Pada 2019, Ade Supriadi terpilih menjadi anggota DPRD Kota Bandung dari daerah pemilihan 3 yakni Kecamatan Batununggal, Kiaracondong, dan Lengkong. Dorongan kuat karena ingin bermanfaat bagi orang lain menjadi latar belakang dirinya terjun ke politik.

Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bandung serta Setwan DPRD Kota Bandung begitu kehilangan sosok Ade Supriadi.

Saat memberikan ucapan di prosesi penghormatan Ade Supriadi di Gedung DPRD Kota Bandung, Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., mengaku berat untuk mengucap pesan karena faktor kedekatan dirinya dengan almarhum di DPRD.

“Saya selaku pribadi dan pimpinan sangat kehilangan. Beliau sangat disiplin, sangat ramah. Sapaan beliau yang sangat terkenang tidak ada kata buruk, selalu menyapa. Kepada saya selalu bilang, ‘ketua yang baik hati, teman yang baik hati’,” tutur Tedy.

Bagi Tedy, kepergian Ade Supriadi ini merupakan kehilangan bagi Kota Bandung. Warga Kota Bandung kehilangan orang hebat dalam kurun waktu tak terlampau jauh setelah wafatnya Wali Kota Bandung Oded M. Danial. Yang bisa diserap adalah semangat para tokoh ini untuk melanjutkan cita-cita membangun Kota Bandung yang lebih baik lagi.

“Warga Kota Bandung kehilangan orang hebat, Pak Ade dan Mang Oded. Kita harus mewarisi semangat kebaikan mereka. Ikuti langkah jejak spiritnya. Pileuleuyan, Kang Ade. Mudah-mudahan diterima Iman dan Islamnya,” ujar Tedy.

Wakil Ketua III Dr. H. Edwin Senjaya S.E., M.M., menilai sosok almarhum sebagai figur yang sederhana dan dikenal baik.

“Kita tentu sangat kehilangan, ya. Dalam pandangan saya, beliau adalah figur yang sangat baik, humble, dan selama ini mudah sekali bekerja sama melaksanakan tugas-tugas kita terutama sebagai pimpinan DPRD Kota Bandung,” ujarnya.

Seusai memimpin salat jenazah bagi almarhum Ade Supriadi, Edwin ikut mengajak warga untuk memanjatkan doa bersama.

“Kita mendoakan semoga kepergian beliau mendapatkan ampunan Allah, mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan,” tutur Edwin.

Kepergian almarhum pun menyisakan kenangan yang sulit untuk dilupakan oleh berbagai pihak, termasuk oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, H. Achmad Nugraha, D.H., S.H.

“Saya kenal beliau (Ade Supriadi) sudah cukup lama. Dia orang yang sangat baik, ramah, dan kooperatif juga komunikatif dalam berbagai hal. Maka kabar meninggalnya beliau, membuat saya merasa sangat kehilangan sosok sahabat dan keluarga yang berjuang bersama bagi warga Kota Bandung selama ini,” ucapnya.

Oleh karena itu, sebagai sahabat dan keluarga, ia bersama keluarga besar PDI Perjuangan mendoakan yang terbaik bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkannya.

“Mewakili keluarga besar PDI Perjuangan, dan sebagai sahabat, saya mendoakan yang terbaik. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT. Karena sosok almarhum sangat dekat dengan kita semua di DPRD Kota Bandung, pastilah sebagai sahabat, kita merasa sangat kehilangan beliau,” ucap Achmad, yang juga merupakan ketua DPC PDIP Kota Bandung itu.

Almarhum Ade Supriadi juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Bandung. Maka, kepergiannya terasa mendalam bagi keluarga DPC dan Fraksi Partai Gerindra Kota Bandung.

Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung Hasan Faozi, S.Pd., telah mengenal almarhum sejak era 90-an.

“Kami berteman layaknya adik-kakak sejak 90an. Jadi bukan hanya karena bersama di dewan atau di partai. Tetapi memang ada hubungan emosional sama saya,” kata Faozi.

Baik dalam tugas DPRD maupun di Partai Gerindra, pribadi Ade Supriadi begitu lapang dan mudah menerima masukan dari bawah.

“Saya mengenal almarhum orang yang supel, familier, santun, dan menjadi panutan siapapun. Untuk menjadi figur pimpinan itu dia tidak pernah merasa dirinya seorang pimpinan. Tetapi beliau merasa bahwa keberadaan dia itu memang betul-betul memimpin dan siap untuk dipimpin,” ujar Faozi.

Ade Supriadi semasa hidup juga terkenal sebagai orang yang sangat bersahaja, tidak mengkotak-kotakkan kelompok, namun sangat disegani.

“Kalau bicara di kantor DPRD, mulai dari OB, petugas keamanan, ke semua, santunnya sama dengan ke pejabat. Menurut saya kesehariannya luar biasa,” kata Faozi.

Di partai, kata Faozi, Ade Supriadi juga menjadi panutan baik untuk jajaran partai, DPD, PAC, sampai tingkat anak ranting, bahkan dianggap sebagai orangtua bagi semua.

“Dia piawai menjaga soliditas. Dia inginnya di partai terbentuk kebersamaan, saling membangun, bukan sekadar pimpinan dengan anggotanya, pimpinan dengan anak buahnya. Jadi insyaallah almarhum ini menjadi panutan buat kita semua, khususnya di Partai Gerindra,” ucapnya.

Rasa duka dan kehilangan yang mendalam pun diungkapkan oleh Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bandung yang juga Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Bandung, Ferry Cahyadi Rismafury, S.H.

Menurut Ferry, semasa hidup sosok almarhum merupakan sosok yang bersahabat dan mengayomi. Tidak hanya di dalam organisasi kepartaian dan jabatan pimpinan di DPRD Kota Bandung, namun juga dalam lingkungan bermasyarakat.

“Beliau sosok yang bersahabat, humoris, supel, dan sebagai pimpinan, almarhum merupakan sosok yang mampu mengayomi para anggotanya, bukan hanya di kepartaian, namun juga di kedewanan,” ujarnya.

Ferry menuturkan, meskipun berada di posisi pimpinan DPRD Kota Bandung, namun almarhum juga bersedia menerima masukan atau saran dari berbagai pihak, demi membangun hal positif bagi partai maupun warga Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyampaikan rasa terima kasihnya atas seluruh pengabdian dan ikhtiar mendiang Ade Supriadi dalam membangun bersama sehingga kota Bandung jadi baik dari yang sudah baik.

“Atas nama Pemkot Bandung akan terus mengenal dan melanjutkan cita-cita almarhum dalam membangun Kota Bandung,” ujarnya.

Yana juga mengajak warga Kota Bandung untuk berdoa agar almarhum diterima di sisi Allah SWT.

“Kita doakan almarhum mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan,” katanya.