Sosok Kolonel Priyanto yang Diduga Membunuh Sejoli Handi-Salsa di Nagreg

oleh
Kolonel Priyanto. (detik.com)

Bewarajabar.com – Kasus tewasnya sejoli asal Nagreg, Jawa Barat Handi-Salsa, tiga anggota TNI AD telah ditahan atas kasus penabrakan kedua korban tersebut.

Salah satu dari tiga tersangkanya yaitu seorang Kolonel yang bernama Priyanto.
Kolonel Priyanto saat ini ditahan di rutan tercanggih militer yang berada di Markas Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jayakarta di Setiabudi, Jakarta Selatan (Jaksel).

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyampaikan tiga oknum penabrak Handi dan Salsa masih diperiksa. Andika mengatakan Kolonel Priyanto ada usaha untuk berbohong.

“Per hari ini penyidik, baik dari Angkatan Darat (AD) maupun TNI akan menetapkan mereka sebagai tersangka, dan karena ada usaha-usaha untuk berbohong, oleh karena itu, dari tiga ini ya, ini kan kita periksa sejak awal, kalau kolonel P awal kita periksa setelah kita dapat info dari Polresta Bandung, kita lakukan pemeriksaan memang satuannya di Gorontalo. Nah, itu sudah mulai ada usaha-usaha untuk berbohong,” kata Andika kepada wartawan di kantor Kominfo, dikutip dari detik.com, Selasa 28 Desember 2021.

“Tuntutan sudah kita pastikan, karena saya terus kumpulkan tim penyidik maupun oditur, kita lakukan penuntutan maksimal seumur hidup, walaupun sebetulnya Pasal 340 ini memungkinkan hukuman mati tapi kita ingin sampai dengan seumur hidup saja,” imbuhnya.

Ketiga oknum tersebut adalah Kolonel Infanteri Priyanto, Kopral Dua DA, dan Kopral Dua AS.

Sosok Kolonel Priyanto

Kolonel Priyanto diketahui menjabat Kasi Intel Kasrem 133/Nani Wartabone (NW) Kodam XIII/Merdeka. Korem 133/NW berbasis di Gorontalo. Lulusan Akademi Militer (Akmil) pada 1994 itu menjabat Kasi Intel Kasrem 133/NW sejak Juni 2020.

Kolonel Priyanto juga pernah menjabat Dandim 0730/Gunungkidul dan Irutum Inspektorat Kodam IV/Diponegoro.

“Kalau dua tamtama yang mendampingi kolonel itu, itu yang satu dari Kodam Diponegoro. Dulunya itu pengemudi dia (Kolonel Priyanto) pada saat jadi Dandim di Jawa Tengah,” kata anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin, Rabu, 29 Desember 2021.

Mobil yang ditumpangi ketiganya hendak ke Cilacap, Jawa Tengah, dengan melalui Nagreg, Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Saat di Nagreg, mobil tersebut terlibat kecelakaan dengan menabrak Handi dan Salsa pada Rabu (8/12/2021) sore. Mereka mengangkut dan membawa tubuh Handi-Salsa ke dalam mobil bercat hitam itu.

Beberapa hari kemudian, mayat Handi-Salsa ditemukan di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Pelaku diduga kuat sengaja membuang tubuh sejoli tersebut.