Susah Bangun dan Shalat Subuh, Kedua Telinga Bisa Jadi Dikencingin Setan?

oleh
Iustrasi.

Bewarajabar.com – Keinginan bangun pagi untuk melaksanakan shalat subuh memang paling susah. Padahal pada waktu subuh sangatlah baik untuk kesehatan dan kesuksesan.

Subuh merupakan salah satu waktu yang sangat istimewa dari yang lainnya. Keinginan untuk melaksanakan kewajiban shalat subuh berjamaah pun terkadangan sangatlah berat.

Walaupun kita sudah berusaha bagaimana pun tetap saja masih susah bangun untuk melaksanakan shalat subuh.

Sebagaimana dikutip dari kitab hadist Shahih Muslim no.1293, yang berbicara tentang orang yang susah bangun subuh dan menjadi tanda dikencingi setan hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yaitu sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: ذُكِرَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ، فَقِيلَ: مَا زَالَ نَائِمًا حَتَّى أَصْبَحَ، مَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ، فَقَالَ: (ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنِهِ

Dari Ibnu Mas’ud ia pernah berkata, “Di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan tentang seorang laki-laki yang tidur semalaman sampai datang pagi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Laki-laki itu telah dikencingi oleh setan pada kedua telinganya”(Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari).

Al Qodhi ‘Iyadh memahami hadits ini secara tekstual. Demikianlah yang benar.

Lalu dikhususkan kata telinga yang dikencingi karena telingalah pusat pendengaran untuk diingatkan. (Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 58).

Ada sebagian ulama yang menafsirkan hadist di atas dengan mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orang yang tidur hingga pagi hari sampai-sampai luput dari shalat Shubuh.

Ini menunjukkan jeleknya orang yang tidak bangun Subuh sampai-sampai dikencingi oleh setan, setan saja sudah tidak kita sukai, apalagi jika sampai dikencingi oleh makhluk tersebut, kita berlindung pada Allah dari kejelekan semacam itu.

Telat bangun subuh bukan berarti semerta-merta kita meninggalkan sholat subuh, apabila hal tersebut bukanlah kebiasaan atau yang disengaja, seperti tertidur, maka tetap wajib dikerjakan ketika bangun. Sebagaimana Rasulullah bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian tertidur atau lalai dari shalat, maka hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Karena Allah berfirman (yang artinya) “Kerjakanlah shalat ketika ingat.”(HR. Bukhari no. 597.)