Bahu-membahu Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Jabar

oleh
Jabar Siaga Bencana, Mari Bahu-membahu Membantu Warga Terdampak
Bahu-membahu Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Jabar

Bandung, Bewarajabar.com — Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat bersama-sama dengan pemerintah daerah, serta masyarakat bahu membahu dan memulihkan bencana alam di enam daerah Jabar.

Biro Humas dan Keprotokolan (Biro Humaspro) Setda Provinsi Jabar misalnya, mendirikan Pusat Media Siaga Bencana guna menyediakan informasi yang faktual dan aktual yang terkait dengan daerah terdampak bencana alam.

Selain itu, dibutuhkan Pusat Media Siaga Bencana yang dapat menangkal informasi atau berbohong terkait bencana alam di Jabar yang kerap meresahkan masyarakat.

“Kami Membuka pusat media untuk kesiapsiagaan bencana. Nanti, di sini, media (wartawan) akan mendapatkan data yang akurat dan teraktual dari rekan-rekan OPD yang terkait dengan keselamatan dan kondisinya, ”kata Kepala Biro Humaspro Hermansyah di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (3/1/19).

Menurut Hermansyah, Pusat Media Siaga Bencana juga menerima dan melaporkan masyarakat tentang kejadian bencana alam. Nantikan, petugas Pusat Media Siaga Bencana akan menghubungi OPD juga terkait untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Saya rasa masyarakat harus paham apa yang dilakukan bencana terjadi, lebih baik ada saluran atau kontak yang bisa dihubungi, dan mereka bisa membicarakan apa yang sedang dialami,” ucapnya.

“Penanganan itu nanti bisa dilakukan daerah. Yang terpenting mereka (masyarakat) tersosialisasikan, kontak yang bisa dihubungi saat terjadi bencana, ”tambahnya.

Kemudian, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar sudah mengirim Taruna Siaga Bencana (TAGANA) ke enam daerah Jabar berstatus tanggap bencana banjir dan longsor, yaitu Kab. Bandung Barat, Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kab. Karawang, Kab. Indramayu, dan Kota Bekasi.

Sekretaris Dinsos Jabar Barnas Adjudin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dapur umum, mengirim perahu karet dan mobil tangki, serta menyalurkan kebutuhan-kebutuhan dasar, seperti pakaian, susu bayi, dan telur.

“Setelah itu, kita bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk mengatasi masalah kesehatan. Kita sudah diatur dengan penanganannya. Yang jadi masalah itu kompilasi ada korba yang tidak melapor, jadi dia tidak mendapat bantuan dan akses, ”katanya.

Teraktual, kata Barnas, relawan Taruna Sigana Bencana (TAGANA) dari Dinsos Jabar mendistribusikan logistik ke daerah-daerah yang sulit diakses menggunakan motor dan jalan kaki.

“Jangkauan beberapa lokasi sangat berat. Tapi, ada sekira 6.900 relawan TAGANA yang siap memberikan bantuan dan terdepan saat terjadi bencana, ”ucapnya.

Sementara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar menyediakan pelayanan kesehatan 24 jam di seluruh Puskesmas dan mengumpulkan pos pelayanan terkelola di beberapa lokasi.

“Ada 3 pelayanan kesehatan di Kab. Bandung Barat. 42 pos pelayanan kesehatan dan satu pos pelayanan dikelola di Kota Bekasi. Untuk daerah Kab. Bekasi ada 44 pelayanan kesehatan di puskesmas dan 60 posko pelayanan kesehatan, ”kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jabar Juanita PF.

“50 Puskesmas di Kab. Karawang memberikan pelayanan kesehatan. Yang kami sediakan obat-obatan. Dan obat-obatan masih terpenuhi oleh kabupaten / kota. Di posko dan Puskesmas ada 5 orang yang piket dan terdiri dari dokter, perawat, dan bidan, ”imbuhnya.

Jabar Quick Response (JQR) melakukan sebagian upaya penyelamatan dan penanganan bencana alam. Ketua Harian JQR Hanief Mochammad mengatakan, JQR menerima dan menindaklanjuti 62 aduan darurat penyelamatan.

“Kami juga mengadakan tanggap darurat, Memanggil Jabar. Lebih dari 21 komunitas Mapala dan Pecinta Alam yang sudah berkoordinasi melakukan penyelamatan, ”ucapnya.

“Kemudian dari sana, termasuk kebutuhan-kebutuhan untuk penyelamatan. Memang perahu karet dan perahu motor yang diperlukan, alhamdulillah BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) mengirimkan perahu sungai untuk melakukan evakuasi, ”tambahnya.

Menurut Hanief, ada tiga hal yang sangat dibutuhkan oleh pihaknya. Pertama adalah informasi yang faktual. Kemudian, Sumber Daya Manusia (SDM) yang Tangguh dalam menyelesaikan bencana dan pasca-bencana. Terakhir, makanan dan pakaian layak pakai.

“Tinggal sekarang bagaimana semua pihak tetap mewaspadai tentang bencana kesehatan pasca-bencana ini. Terbatas, di wilayah yang sulit diakses. Lalu, ada beberapa hal yang dibutuhkan, makanan siap saji, pakaian laik pakai, dan alat kebersihan, ”katanya.

Sementara itu, Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Jabar telah menyiapkan dapur umum, mengirim ambulans, menerjemahkan 5.800 nasi kotak dan 8.000 dus air mineral, menyalurkan perahu karet, dan menyediakan mobil layanan.

“Sekarang masih proses pemulihan pasca-bencana. Kami sudah menyiapkan perlengkapan bayi, mengirim relawan, ”kata Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Jabar Tri Yanto.

“Kolaborasi dan elaborasi semua pihak yang membuat penanganan dan penyelamatan berjalan cepat dan tepat. Semoga kita bermanfaat bagi semua, ”tambahnya.

Berikut ini nomor-nomor Media Center Siaga Bencana :

1. Pusat Panggilan Pusdalops PB Jabar: 081284216229

2. Hotline Aduan JQR: 08111357777

3. Hotline Layanan Informasi Whatsapp Humas Jabar: 08112289390

4. Hotline Baznas Jabar: 085318200562 (Ferry) dan 081272034516 (Sandi)