Capai Target Zero Emission pada 2060, Menteri ESDM Dorong Pengembangan EBT untuk Tarik Investor

oleh
Capai Target Zero Emission pada 2060, Menteri ESDM Dorong Pengembangan EBT untuk Tarik Investor

Bandung, BewaraJabar — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan target pemerintah untuk mendorong pengembangan Energi Bartu Terbarukan (EBT), termasuk panas bumi.

“Untuk mencapai target menuju zero emission pada 2060 dengan transisi energi bersih, ramah lingkungan dan rendah karbon. Dibidang EBT, sedang difinalisasi harga EBT yang lebih menarik untuk investor. Pemerintah juga ada program government drilling panas bumi untuk mengurangi risiko investasi,” ujarnya dalam siaran pers nya Sabtu (1/10/2021).

Untuk mendorong perusahaan melaksanakan energi bersih, Kementerian ESDM memberikan penghargaan setiap tahunnya. Sebagai informasi, Subroto Award merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Kementerian ESDM kepada para individu, perusahaan dan stakeholder yang dinilai memberikan kontribusi dan pencapaian di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral di Indonesia termasuk komitmen dalam menjaga dan meyakinkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindung Lingkungan.

Di Jabar, Kementerian ESDM memberikan penghargaan itu kepada pembangkit listrik panas bumi Star Energy, yakni Star Energy Geothermal Salak, Star Energy Geothermal Darajat II, dan Star Energy Geothermal Wayang Windu meraih enam Subroto Award dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Star Energy Geothermal Salak, Ltd, mendapat peringkat Aditama dengan nilai tertinggi untuk kategori Kategori Kinerja Pengendalian Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Panas Bumi, peringkat Aditama untuk kategori Kinerja Penerapan K3 & Keteknikan Panas Bumi serta menduduki Juara Pertama untuk kategori Kontribusi PNBP Panas Bumi Terbesar.