Gubernur Jabar Mereformasi Kinerja Ekselon II dan III

oleh

Bandung, bewarajabar.com. Gubernur Jawa Barat, H.M. Ridwan Kamil, melantik para pejabat ekselon II dan III dari seluruh lembaga yang ada,  dilingkungan pemerintah Provinsi jawa barat, Proses Rotasi dan Mutasi yang menjadi kewajiban Pimpinan Daerah Jabar ini dilaksanakan berdasarkan, Keputusan Gubernur Jawa Barat  Nomor 821 : / Kep.455 Bkd /2019. Tentang pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Struktural, Jabatan Administrator dilingkungan pemerintah Provinsi Jawa Barat,  Bertempat di aula Barat gedung sate, Jl. Diponegoro Bandung.( 1/ 6/ 2019).

Dalam Amanat yang disampaikan Gubernur Jawa Barat  kepada para pejabat yang dilantik, terhitung selepas pelantikan diharap para Pejabat mampu menjalankan kinerja dalam amanahnya lebih bersemangat, produktif  serta jujur. Diberikannya jabatan atas hasil penilaian dari bawah, dari samping dan atas , dengan penilaian positif  dan Obyektif serta profesionalnya,   baik dari segi pendidikan dengan  tujuan untuk mengakselerasi pembangunan Jawa Barat lewat kinerja, sehingga pemerintah Jabar  mereformasi ruang kinerja. Untuk itu menurut kang Emil, sapaan akrab pada Gubernur Jawa Barat.

Tiga hal yang dituntut dan harus dijalankan oleh para pejabat dalam mengemban amanahnya, pertama harus berintegritas dalam kinerja, jangan sampai bersentuhan dengan anggaran yang berimbas jebol untuk program. Kedua harus melayani masyarakat dengan sepenuh hati, dan sebaliknya bukan untuk dilayani menjadi penguasa, ketika harus profesional dan mampu seimbang dengan perkembangan di jaman moderen,  tegas Ridwan Kamil.

Untuk kemajuan Pegawai Negeri Sipil sesuai bidangnya, Gubernur Jabar akan merancang untuk PNS terbaik akan dikirim sekolah singkat keluar negeri , seperti Singapore dan Korea Selatan, disinggung juga terkait TPP untuk para pejabat, menurut Gubernur Jabar akan dinaikan, namun untuk penilaian juga akan diterapkan EMK ( Elektronik Menggenerasi Kinerja ), minimum untuk para pejabat harus mampu dengan ukuran 6000 menit dalam perbulan membuktikan apa kinerjanya, dan jika tidak ada bukti kinerja Komputer akan menolak, tegas Ridwan Kamil. ( Farida )