Ineu Harap Kasus bullying di Kalangan Anak-anak Tidak Terjadi Lagi

oleh
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar, Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari S.Sos, MM, saat Reses II Tahun Anggaran 2021-2022 di Desa Pangarengan Kecamatan Legonkulon Kabupaten Subang, Senin, 7 Maret 2022.

Bewarajabar | Bandung – Nasib nahas menimpa pelajar SD kelas V di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang menjadi korban bullying teman-temannya.

Pelajar tersebut meninggal dunia pada Minggu (18/7/2022), karena depresi setelah menjadi korban perundungan usai dipaksa teman-temannya menyetubuhi seekor kucing.

Tragisnya, aksi itu justru direkam para pelaku hingga videonya pun tersebar luas.

Ternyata, korban tak hanya dipaksa untuk melakukan aksi tak senonoh tersebut. Kepada ibunya, korban mengaku sering dipukuli teman-temannya saat main bersama.

Kasus meninggalnya pelajar SD kelas V di Kabupaten Tasikmalaya yang depresi karena bullying, kini sudah dalam proses penanganan kepolisian.

Nyatanya, di sisi lain, DPRD Jabar juga tengah meminta pihak sekolah untuk tidak lepas tangan dan harus turut bertanggung jawab.

Wakil Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, persoalan kasus perundungan ini menjadi tanggung jawab sekolah dan orangtua.

Sehingga, dia meminta sekolah terutama para guru bisa turut memberikan pengawalan kasus ini.

“Saya pribadi prihatin dan sangat menyesalkan adanya kejadian yang tidak etis ini. Ini tentunya jadi tugas bersama orangtua dan juga sekolah. Peran guru BP juga harus muncul untuk konseling,” ujar Ineu, Sabtu (23/7/2022).

Berdasarkan Informasi yang didapatkannya, Ine menjelaskan, perundungan yang dilakukan oleh teman-teman korban merupakan tindakan yang kejam.

Bagaimana tidak, korban diminta melakukan sesuatu yang tidak manusiawi, yakni berhubungan badan dengan seekor kucing, dan divideokan kemudian disebarkan ke media sosial.