Menu

Mode Gelap
Kasus ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis Mengakibatkan 18 Korban, Begini Kata Kadisdik Jabar Sebanyak 18 Siswa Menjadi Korban ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis Cek Selengkapnya Ramalan Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Sabtu 15 Januari 2022 How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It

Regional · 11 Feb 2021 22:02 WIB

Jelang Perayaan Imlek, Pengawasan Prokes akan Semakin Ketat


 Jelang Perayaan Imlek, Pengawasan Prokes akan Semakin Ketat Perbesar

Bandung, Bewarajabar.com — Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna memastikan pengawsan protokol kesehatan akan semakin ketat menjelang perayaan Imlek 2572 Kongzili.

“Jelang imlek patroli lebih banyak, pengawasan dan pengendalian yang lebih maksimal,” katanya di Kantor Kecamatan Coblong, Kamis 11 Februari 2021.

Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), Ema menegaskan, menyesuaikan dengan Surat Edaran yang dikelurakan oleh pemerintah pusat.

“ASN libur, ya libur saja. Tapi ASN yang tugas lapangan mereka diatur hari libur pun masuk,” jelasnya.

Untuk larangan keluar kota lanjutnya, ia sampaikan untuk menyesuaikan aturan dari pemerintah pusat.

“Kita ikuti apa yang dihimbau oleh Kementerian Dalam Negeri. Kita menyesuaikan, kecuali kepentingan yang sangat urgen,” katanya.

Sedangkan untuk tempat wisata, Ema menyatakan, boleh beroperasi asal menerepakan protokol kesehatan yang maksimal.

“Diperbolehkan tapi dengan protokol kesehatan yang maksimal. Jangan hanya iya di mulut tapi penerapannya tidak. Pengetatan melalui objek wisata itu mereka harus ada satgas penanganan covid juga,” jelasnya.

Seperti diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN atau PNS) selama libur Imlek 2021.

Surat Edaran yang ditetapkan pada 9 Februari 2021, menyebutkan harus ada pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi PNS dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19. Sebab, ada potensi penyebaran akan meningkat dikarenakan perjalanan orang selama libur Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili.

Pembatasan itu juga untuk mendukung pelaksanaan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), yang berlaku untuk semua orang termasuk warga sipil selain ASN.

Surat Edaran itu berpedoman pada Keputusan Presiden Nomor 11/2020 dan Keputusan Presiden Nomor 12/2020.

Apabila ASN yang dalam keadaan terpaksa perlu untuk bepergian ke luar daerah pada periode itu, maka harus terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari pejabat pembina kepegawaian di lingkungan instansinya.

Aparatur Sipil Negara yang dalam keadaan terpaksa perlu bepergian ke luar daerah diharuskan selalu memperhatikan peta zonasi risiko penyebaran Covid-19 yang ditetapkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ini Fasilitas dan Keuntungan Berwisata ke Museum Geologi Bandung

19 Januari 2022 - 22:08 WIB

Kota Bandung Mendapat Penghargaan Standar Pelayanan Publik Tinggi, Berkat Aplikasi yang Dibuat Pemkot Bandung

19 Januari 2022 - 21:48 WIB

Bukti Toleransi yang Tinggi di Kota Bandung, Kini Sudah Ada 5 ‘Kampung Toleransi’

19 Januari 2022 - 14:52 WIB

Terkait Arteria Dahlan yang Mempermasalahkan Penggunaan Bahasa Sunda, Ini Kata Kang Yana

19 Januari 2022 - 13:49 WIB

Akan Ada 10 Saung Tenaga Surya di Taman Tegalega Kota Bandung, Pengunjung Bisa Menikmati Fasilitas Ini

19 Januari 2022 - 13:45 WIB

Banyaknya Warga yang Tidak Mendapat Bantuan di Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna Minta Puskesos Agar Lebih Teliti

19 Januari 2022 - 12:57 WIB

Trending di Regional