Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Kenali Apa Itu CTM: Kegunaan, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Admin 001 by Admin 001
23 April 2022
in Nasional, Ragam
0
Kenali Apa Itu CTM: Kegunaan, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Ilustrasi/Sumber gambar/Freepik

Share on FacebookShare on Twitter

Bewarajabar.com – CTM atau chlorpheniramine maleate adalah obat golongan antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi yang dipicu  karena obat-obatan, makanan, gigitan serangga, debu, bulu binatang, dan serbuk sari.

Gejala-gejala yang dapat diredakan dengan CTM adalah hidung tersumbat, batuk, flu, mata berair, serta gatal pada tenggorokan, kulit, hidung, dan mata.

REKOMENDASI

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026
Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026
dari Sound of Panca hingga Candu, Ini Musisi di Balik OST Menang Untuk Kalah

dari Sound of Panca hingga Candu, Ini Musisi di Balik OST Menang Untuk Kalah

20 September 2026
Samsung Kembangkan AI untuk Analisis Kesehatan dari Smartwatch

Samsung Kembangkan AI untuk Analisis Kesehatan dari Smartwatch

5 September 2026

Sistem kerja CTM adalah dengan menghambat kerja histamin (memblokir zat alami tertentu yang ada di dalam tubuh), yakni senyawa yang dapat menyebabkan munculnya gejala alergi ketika seseorang terpapar zat atau pemicu alergi.

Obat CTM belum terbukti aman dan efektif bagi anak-anak yang masih berusia di bawah 1 tahun.

Maka perlu diperhatikan mengenai penggunaan CTM untuk mengatasi gejala alergi pada anak-anak di bawah 1 tahun, kecuali atas petunjuk dokter.

Tanya dokter sekarang untuk informasi lebih lanjut terkait pemberian obat ini pada anak-anak.

Kegunaan CTM

Chlorpheniramine meleate atau CTM berguna membantu meredakan gejala alergi yang dipicu  karena obat-obatan, makanan, gigitan serangga, debu, bulu binatang, dan serbuk sari.

Meskipun hanya sebatas meredakan gejala, obat ini termasuk golongan obat keras, sehingga Anda perlu bijak dalam penggunaanya sesuai dosis yang tepat.

Dosis dan Aturan Pakai CTM

CTM memiliki sediaan bentuk tablet, kaplet, sirup, dan kapsul. Selama pemakaiannya, Anda tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi dosis sembarangan.

Sebab bisa meningkatkan risiko efek samping sangat berbahaya bagi tubuh bahkan menyebabkan kematian.

Berikut dosis dan aturan pakai CTM sediaan bentuk tablet sesuai umur, yaitu:

  • Anak-anak usia 1 tahun sampai kurang dari 2 tahun: 1 mg 2 kali sehari.
  • Anak-anak usia 2 sampai 5 tahun: 1 mg setiap 4 sampai 6 jam. Batas dosis maksimal per harinya adalah 6 mg.
  • Anak-anak usia 6 sampai 11 tahun: 2 mg setiap 4 sampai 6 jam. Batas dosis maksimal per harinya adalah 12 mg.
  • Anak usia di atas 12 tahun hingga dewasa: 4 mg setiap 4 sampai 6 jam. Batas dosis maksimal per harinya adalah 24 mg. Sementara itu, bagi orang dengan usia di atas 65 tahun, dosis maksimal CTM adalah 12 mg.

Sementara itu, untuk pemberian CTM injeksi bisa dilakukan secara intramuscular (ke otot tubuh), intravena (ke pembuluh darah), dan subkutan (ke dalam jaringan lemak subkutan).

Cara Mengonsumsi CTM

CTM adalah obat antihistamin golongan obat keras yang penggunaanya harus mengikuti resep dari dokter.

CTM tidak menyembuhkan, melainkan hanya meringankan gejala alergi yang dipicu karena obat-obatan, makanan, gigitan serangga, debu, bulu binatang, dan serbuk sari.

Sebelum Anda mengonsumsi CTM, Anda perlu memperhatikan petunjuk dari dokter atau membaca informasi yang tercantum pada kemasan obat.

CTM sediaan tablet, kaplet, sirop, dan kapsul dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan dengan bantuan air putih.

Tetapi, bagi Anda yang memiliki gangguan pada lambung, bicarakanlah terlebih dahulu kepada dokter terkait mengenai efek yang akan timbul apabila Anda meminumnya.

Mengonsumsi CTM sebaiknya dengan jarak waktu yang sama (rutin).

Apabila melewatkan satu dosis CTM dan sudah hampir waktunya untuk dosis selanjutnya, maka lewati dosis yang terlewat dan kembali pada jadwal dosis awal.

Tidak dianjurkan mengonsumsi dosis ganda untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Perlu diperhatikan juga kandungan obat lain yang sedang Anda konsumsi.

Apabila Anda mengonsumsi obat lain dengan kandungan yang sama dengan CTM, maka bisa menyebabkan terjadinya overdosis.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi CTM, yaitu:

  • Jangan memberikan CTM kepada anak-anak usia di bawah 2 tahun tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
  • Jangan mengonsumsi CTM jika Anda memiliki alergi terhadap obat ini, dan beritahu dokter apabila Anda memiliki alergi terhadap dexchlorpheniramine atau obat lain.
  • Jangan mengonsumsi CTM apabila Anda sedang mengemudikan kendaraan atau akan melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan, karena CTM dapat menyebabkan efek pusing atau kantuk.
  • Jangan mengonsumsi CTM jika Anda baru saja atau sedang menjalani pengobatan dengan MAOI (Monoamine Oxidase Inhibitors).
  • Hendaklah segara menemui dokter apabila Anda mengalami reaksi alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi CTM.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal lain.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang atau pernah mengidap diabetes, asma, bronkitis emfisema, fenilketonuria, glaukoma, penyakit jantung, hipertensi, penyakit liver, hipertiroidisme, obstruksi usus, pembesaran prostat, tukak lambung, kecanduan alkohol, dan kejang.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang merencanakan kehamilan, hamil, atau menyusui.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi CTM, terutama jika Anda berencana untuk menjalani sebuah operasi, termasuk operasi gigi.

Obat yang Sebaiknya Dihindari dari CTM

Interaksi obat yang dapat timbul apabila CTM digunakan dengan obat lain. Karena itu, beberapa obat berikut sebaiknya dihindari penggunaannya bersamaan dengan CTM, yaitu:

  • Dapat menghambat metabolisme phenytoin sehingga bisa meningkatkan risiko terjadinya keracunan obat.
  • Meningkatnya efek antimuskarinik dari MAOI (Monoamine Oxidase Inhibitors).
  • Meningkatnya efek kantuk dan risiko terjadinya komplikasi apabila digunakan dengan obat anti nyeri golongan opioid, obat penenang, obat anti ansietas, dan obat antipsikotik.
  • Meningkatnya efek antimuskarinik dari antidepresan trisiklik.

Efek Samping CTM

Berikut adalah beberapa efek samping yang akan timbul setelah mengonsumsi CTM, antara lain:

  • Pusing
  • Kantuk
  • Mual
  • Sakit Kepala
  • Selera makan berkurang
  • Muntah
  • Mulut, hidung, serta tenggorokan kering
  • Sembelit
  • Penglihatan kabur
  • Jantung berdebar
Tags: apa itu CTMCTMefek samping menggunakan CTM
SendShare208Tweet130
Previous Post

Peringati Hari Puisi Nasional, Yana Ajak Budayawan Pulihkan Ekonomi

Next Post

Keren! Puasa Ketiga di Tengah Pandemi, Warga Kota Bandung Makin Solid

RelatedPosts

No Content Available
Next Post
Keren! Puasa Ketiga di Tengah Pandemi, Warga Kota Bandung Makin Solid

Keren! Puasa Ketiga di Tengah Pandemi, Warga Kota Bandung Makin Solid

Yana: Mari Jaga Kota Bandung Tetap Kondusif

Yana: Mari Jaga Kota Bandung Tetap Kondusif

Genjot Percepatan Ekonomi, Bandara Husein Sastranegara Kembali Buka Rute Internasional

Genjot Percepatan Ekonomi, Bandara Husein Sastranegara Kembali Buka Rute Internasional

Leave Comment

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

30 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
Prev Next
PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum
Regional

PWI Jabar Porwanas 2027, Komisi V DPRD Dukung Target Juara Umum

by Admin 001
30 Oktober 2026
0

Komisi V DPRD Jabar mendukung PWI Jabar merebut juara umum Porwanas 2027 di Lampung serta memperkuat kolaborasi diskusi publik.

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

Bandung Digital Safety Forum 2026, PWI Jabar Soroti Ancaman Kejahatan Berbasis AI

30 Oktober 2026
e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

e-Voting di 92 Desa Jadi Langkah Baru Transformasi Digital Sumedang

30 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

BAZNAS Jabar Resmikan Fasilitas Air Bersih di Tasikmalaya

30 Oktober 2026
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.