Kenang Zinx Menceritakan Liku Perjalanan Mereka, Dalam Meniti Karir Bermusiknya

oleh
Kenang Zinx Menceritakan Liku Perjalanan Mereka, Dalam Meniti Karir Bermusiknya
Kenang Zinx Menceritakan Liku Perjalanan Mereka, Dalam Meniti Karir Bermusiknya

Jakarta, bewarajabar.com — Nama Ilir Band terus merangsek ke Industri Musik Tanah air, untuk mengisi kekosongan musik-musik band lantaran band-band besar “break” sementara dengan berbagai alasan.

Sebagai “Senjata” mewarnai Industri Musik Tanah Air, awal tahun 2020. Tetap bersama Ascada Musik, ILIR7 Band kembali merilis single terbaru yang berjudul “Orang Ketiga”.

Ini adalah single ke 6 yang sudah berhasil mereka rilis, setelah sebelumnya sempat merilis beberapa single yaitu “Jangan Nakal Sayang”, “Kekasih Gelap”, “Cinta Terlarang”, “Sakit Sungguh Sakit” dan “Salah Apa Aku”.

“Single ini kami rilis, sebagai jawaban atas Eksistensi dan Produktifitas kami di Industri Musik Tanah Air. Juga kami jadikan sebuah momentum yang tepat, untuk meraih kepercayaan yang lebih tinggi lagi dari seluruh pecinta musik Tanah Air,” papar Vic, menceritakan alasan dirilisnya single ini.

Mulai berkiprah sejak tahun 2012, meski tergolong sebagai pendatang baru. Namun kehadiran mereka selama sekitar 7 tahun lebih, mampu memberikan warna tersendiri. Di Industri Musik Tanah Air. Band asal kota Lubuklinggau Sumatra Selatan, yang hingga saat ini beranggotakan Ave (Vokal), Vic (Bass), Zinx (Gitar) dan Richie (Drum). Namanya langsung dikenal oleh seluruh Pecinta Musik Pop Indonesia lewat single “Salah Apa Aku”, yang viral dipenghujung tahun 2019.

Bahkan single ini didaulat menjadi nominasi peraih penghargaan Billboard Indonesia Musik Award 2020, untuk kategori Top Karaoke Song Of The Year dan Top Streaming Song Of The Year (Video).

Dari sisi musikalitas, single ini semakin memperkuat benang merah warna musik ILIR7 Band, yang berkarakter.

Single “Orang Ketiga” masih mempertahankan paduan notasi notasi sederhana, yang dengan mudah bisa dicerna oleh pendengar, berpadu dengan warna vokal khas dari Ave, menjadi kekuatan tersendiri, dari single ini.

“Kalo untuk genre atau warna musik, kami mengusung musik Pop Kreatif. Namun kami kembalikan kepada pendengar untuk memilah dan mengelompokan warna musik kami”, ujar Ave, diplomatis.

Ave menambahkan “Tidak bisa kami pungkiri, kami lahir dari lingkungan keluarga pemain musik Iramaelayu di daerah kami. Jadi seolah sudah menempel dengan sendirinya dengan musik yang kami ciptakan, ” tambah Ave, menceritakan pengaruh dalam Warna Musik Ilir7 Band.

Single ini masih mengusung tema cinta, sebagai sebuah alasan rasional, untuk dapat dengan mudah, diterima pecinta musik Tanah Air.

“Single ini menceritakan tentang kekecewaan dan rasa sakit yang teramat dalam. Dari sebuah penghianatan. Kehadiran orang ketiga didalam sebuah hubungan, sepertinya banyak dialami oleh kebanyakan orang. Jadi saya coba memberi ruang untuk mengekspresikan perasaannya di single ini,” tambah Vic, menjelaskan tema single terbarunya ini.

Seperti yang dialami group band pada umumnya, banyak hal yang menyenangkan ataupun kenangan pahit, yang menemani dalam perjalanannya selama ini.

“Beragam kisah pahit sudah pernah kami rasakan, mulai dari dipaksa turun dari panggung. Karena band utamanya mau manggung, sampai tertinggal pesawat. Saat mau tandatangan kontrak, menjadikan kami sudah siap dengan segala resiko. Alhamdulillah perlahan-lahan, hasil positif dari kesabaran kami, sudah mulai kami rasakan,” kenang Zinx menceritakan liku perjalanan mereka, dalam meniti karir bermusiknya.

“Sebuah kebanggaan, band dari Daerah bisa tembus ke Jakarta. Dan kedepannya, kami berharap agar karya kami bisa didengarkan oleh lebih banyak orang lagi. Dan memotifasi kami untuk bisa menciptakan karya musik original, ” harap mereka.