Bandung, Bewarajabar.com – Isu kesehatan mental pemuda Jabar semakin mendapat perhatian di tengah tekanan hidup yang kian kompleks.
Tuntutan pendidikan, pekerjaan, hingga ekspektasi sosial membuat banyak anak muda di Jawa Barat mengalami kelelahan emosional yang kerap tidak terlihat.
Fenomena ini disoroti oleh Ridwan Ginanjar, yang menilai bahwa kondisi mental generasi muda perlu menjadi perhatian bersama lintas pihak.
“Banyak yang terlihat kuat, padahal sedang lelah. Ini realita yang tidak bisa diabaikan,” jelasnya. (27/04)
Menurutnya, banyak pemuda memilih memendam tekanan yang mereka alami.
Akibatnya, masalah mental sering tidak terdeteksi sejak dini.
Kondisi ini, lanjutnya, dapat berdampak pada produktivitas, arah hidup, hingga kemampuan pemuda dalam berkontribusi di masyarakat.
Dorong Pendekatan yang Lebih Relevan
RG menekankan pentingnya pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian pemuda, bukan sekadar kegiatan formal yang kaku.
Beberapa langkah yang dinilai efektif antara lain menghadirkan ruang diskusi santai, kelompok dukungan kecil, hingga kegiatan pengembangan diri yang praktis.
“Bisa dimulai dari sharing session santai, support group, atau workshop yang benar-benar terasa manfaatnya,” jelasnya.
Peran Komunitas dan Organisasi Pemuda
Ia juga mendorong organisasi kepemudaan untuk lebih kreatif dalam merancang program yang relevan.
Kegiatan seperti ruang kreatif, aktivitas kebersamaan, hingga mentoring karier dinilai mampu membantu pemuda merasa lebih terarah.
Selain itu, keberadaan ruang aman untuk berbagi tanpa stigma dianggap menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda saat ini.
“Kadang yang dibutuhkan itu didengar, bukan dihakimi,” tegasnya.
RG menegaskan bahwa kesehatan mental bukan semata isu individu, melainkan tanggung jawab bersama.
Kolaborasi antara komunitas, organisasi, dan berbagai pihak dinilai penting untuk menciptakan ekosistem yang lebih sehat.
Dengan langkah bertahap, diharapkan semakin banyak ruang positif yang bisa diakses oleh pemuda di Jawa Barat.
“Upaya memperkuat kesehatan mental pemuda Jabar menjadi kunci agar generasi muda tidak hanya tampak kuat secara fisik, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kokoh dalam menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.


































































Discussion about this post