Jumat, Oktober 30, 2026
Bewarajabar.com
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda
No Result
View All Result
Bewarajabar.com
No Result
View All Result
Home Pendidikan

LKS Merusak Eraborasi dan Ekplorasi Dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Admin 001 by Admin 001
28 Februari 2023
in Pendidikan
0
LKS Merusak Eraborasi dan Ekplorasi Dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Ilustrasi buku/pixabay via surya

Share on FacebookShare on Twitter

Bewarajabar | Bandung – Dalam kegiatan kegiatan belajar dan mengajar perlu sebuah eklorasi dan eraborasi yang disesuaikan dengan kondisi Lingkungan Siswa.

Sehingga mereka bisa membumikan hasil pembelajarannya karena sesuai dengan lingkungan yang ada. Begitulah konsep kurtilas telah kita pahami.

REKOMENDASI

Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau

Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau

30 September 2026
Kesehatan Mental Pemuda Jabar Disorot, Ridwan Ginanjar Ajak Bangun Ruang Aman

Kesehatan Mental Pemuda Jabar Disorot, Ridwan Ginanjar Ajak Bangun Ruang Aman

28 April 2026
Universitas Sangga Buana Lakukan Kolaborasi Pendidikan Internasional di Bangkok Thailand

Universitas Sangga Buana Lakukan Kolaborasi Pendidikan Internasional di Bangkok Thailand

22 Desember 2025
Cetak 10 Ribu Kreator Digital, Disdik Jabar Gelar Lokakarya Digital Marketing

Cetak 10 Ribu Kreator Digital, Disdik Jabar Gelar Lokakarya Digital Marketing

18 September 2025

Kemudian perubahan kurikulum menjadi Merdeka juga tidak merubah esensi dari kurtilas. Ekplorasi dan eraborasi tetap masih jadi andalan guru unruk membuka main set siswa hingga mereka memiliki empat kecerdasan dasar yang perlu dimiliki manusia dalam menyikapi perubahan zamannya.

Kita paham Lembaran Kerja Siswa dari sebuah penerbit tidak mungkin dipecah menjadi segmental wilayah.

Tapi mereka akan membuat sebuah LKS dengan kondisi umum supaya sebaran pasarnya luas. Contoh LKS bahasa Sunda tidak mungkin dibuat untuk keperluan dialek daerah.

Tapi disamakan kondisinya di Jawa Barat, hal ini dilakukan oleh penerbit agar segment pasarnya menjadi luas. Dan tentu orientasi penerbit bukan kwalitas anak didik tapi keuntunga.

Untuk hal itu LKS menafikan ekplorasi dan eraborasi. Yang ditulisnya hanyalah teori dan hapalan. Tanpa ekplorasi dan eraborasi yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan belajar mengajarnya.

Terkadang LKS tidak memberikan ruang untuk ekplorasi dan eraborasi. Mereka hanya membuat soal yang tersurat dari bahasan yang disajikan oleh LKS tersebut.

Hal ini akan membuat guru yang berpedoman kepada LKS sangat terbatasi ruang gerak berpikirnya.

Namun dilapangan penggunaan LKS ini masih marak digunakan oleh sekolah. Hal ini membuat guru menjadi kaku.

Bisa menoak dengan konsekwesi karena sekolah mewajibkan LKS. Jika digunakan akan memasung ekplorasi dan eraborasi kompetensi dasar yang akan dibahas dan disampaikan.

Diawal kurtilas digulirkan seorang penulis buku sumber beramanat kepada peserta yang berjumlah 800 orang dari Jawa Barat.

“Ibu dan bapa buku ini bukan untuk dipakai dalam kegiatan mengajar dan belajar. Hanya sebagai bahan acuan dan pertimbangan. Dlam kegiatan belajar dan mengajar tentunya ibu dan bapak harus mengekplorasi dan mengeraborasi materi sesuai KD dan sesuai Lingkungan dimana ibu dan bapa mengajar”.

Jangankan LKS bahkan buku Sumber juga hanya sebagai pertimabangan dalam kegiatan belajar dan mengajar.

Banyak guru yang kehabisan waktu sedangkan materi masih banyak. Hal ini karena ibu dan bapak guru tersebut mengikuti paparan dari buku Sumber.

Padahal paparan buku sumber bukan harus diikuti tapi hanysa sebagai referensi. Acuan belajar dan mengajar tetap pada Kompetensi Dasar yang dikembangkan melalui eklorasi dan eraborasi.

Karena jika siswa telah tumbuh rasa ingin tahunya. Maka ia dengan semdirinya akan mengali materi yang mereka ingin memahaminya.

Capaian pembelajaran jadi patokan untuk membahas materi yang pendting dalam capaian tersebut. Sedangkan buku sebagai sumber pembelajaran harus rinci dalam membahas materi.

Hal inilah yang menyebabkan bapak dan ibu guru merasa jamnya kurang. Karena mereka berupaya memberikan materi dari buku sumber bukan dari pemahaman, ekplorasi dan eraborasi ibu dan bapak gurunya. Narasumber dalam pembinaan juga seperti itu memberi pencerahan kepada ibu dan bapak guru.

Namun kenapa di lapangan buku sumber, bahkan LKS menjadi sakral bagi guru dan merasa wajib untuk jadi pegangan?

Jika kita jujur ini hubungannya dengan keuntungan. Sekolah yang menjual LKS ke siswa memberi keuntungan kepada gurunya.

Dan Sekolah atau koordinator juga mendapat balas jasa dari penerbit. Sedangkan penerbit tidak bertanggungjawab terhadap kecerdasan bangsa karena mereka bisnis dan menacri keuntunga.

Kemudian siapa yang harus menengahi hal ini. Tetu pengawas yang sangat berat untuk melarang sekolah menjual LKS karena mungkin Penerbit juga sudah memberikan keuntungan kepada dinas terkait.

Dan akhirnya LKS menjadi gunung es. Tak bermanfaat dan menghalangi krativitas dan inovasi guru dalam ekplorasi dan eraborasi. Serta memberatkan bagi masyarakat yang tidak mampu.

Jika satu mata pelajaran LKS sepuluh ribu rupiah. Dengan materi peminatan pelajaran di Indonesia menjadi lebih dari sepuluh pelajaran.

Dalam satu semster saja lebih dari Rp. 100.000,- masyarakat mengeluarkan dana untuk LKS selama tiga tahun LKS yang dibeli lebih dari Rp. 600.000,- dan itu tidak bisa dipakai oleh adiknya.

Bukan hanya pendidikan menjadi mahal LKS juga memasung kreatifitas guru dalam mengekploorasi dan mengeraborasi mata pelajarannya.

Penulis LKS tidak mungkin mebuat sebuah beragam ekplorasi dan eraborasi sesuai dengan kondisi sekolah.

Kadang-kadang LKS ditulis sangat dangkal dan sempit tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran yang katanya menuju titik nol empat.

LKS hanya mewakili gurita Komersialisasi pendidikan yang sulit kita berantas. Saat awal kuritilas dimulai LKS sepi tak ada dibangku Sekolah. Namun saat ini bergati mentri mulai marak kembali LKS di bangku Sekolah.

Perlu sebuah kesadaran bagi para pendidik bahwa keuntungan dari menjual LKS ke siswa tersebut tiidak sepandan dengan madhorotnya.

LKS bagai candu di pendidikan yang harus kita musnahkan dalam benak dan pemikiran pengajar dan praktisi pendidikan.

Sangat ironi jika ada guru yang dihubungi oleh kurikulum untuk membantu memasarkan LKS dengan cara harus menggunakan LKS Kendati tidak sesuai dengan RPP yang dibuatnya.

Untuk apa cape-cape membuat rancangan pembelajaran jika ahirnya harus dipaksa menggunakan LKS oleh pihak Sekolah.

Jika LKS sesuai dengan ekplorasi dan eraborasi guru mata pelajaran tidaklah jadi masalah. LKS ini jauh dibawah standar dan kelayakan menurut KURTILAS.

Maka marilah kita sadari bahwa LKS ini adalah virus kreatifitas dan inovatifitas guru dalam mengembangkan daya nalar siswa untuk mencerdaskan spiritual, intelektual, sosial dan keterlampitannya. Pun.

SendShare196Tweet123
Previous Post

Sekda Jabar Raih Penghargaan Kepemimpinan Digital

Next Post

Belum Ditemukan Varian 2.3.4.4b di Jabar, Pemdaprov Lakukan Tujuh Langkah Pencegahan Flu Burung

RelatedPosts

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial
Ragam

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026
Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon saat Konferensi PWI Cirebon
Regional

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026
BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar
Ekonomi

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026
Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota
Ragam

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026
BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen
Ekonomi

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026
Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar
Regional

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta
Regional

PWI Jabar Dikukuhkan, Dedi Mulyadi Minta Pers Tetap Berdiri di Atas Fakta

3 Oktober 2026
SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa
Regional

SBI Narogong Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program SIJEBI dan SARtiKa

30 September 2026
Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau
Pendidikan

Green Campus USB YPKP Bandung Jadi Fondasi Talenta Industri Hijau

30 September 2026
Next Post
Belum Ditemukan Varian 2.3.4.4b di Jabar, Pemdaprov Lakukan Tujuh Langkah Pencegahan Flu Burung

Belum Ditemukan Varian 2.3.4.4b di Jabar, Pemdaprov Lakukan Tujuh Langkah Pencegahan Flu Burung

Wujudkan Ekspansi Beyond The Gate, IPCC Bidik Area BIMP-EAGA

Wujudkan Ekspansi Beyond The Gate, IPCC Bidik Area BIMP-EAGA

FORUM INVESTASI: Strategi Jabar Jemput Investasi Rp188 Triliun Tahun Ini

FORUM INVESTASI: Strategi Jabar Jemput Investasi Rp188 Triliun Tahun Ini

Leave Comment

Dian Kharisma Raih Miss Royale 2026, Perjalanan dari Panggung Kecantikan ke Aksi Sosial

17 Oktober 2026

Ketua PWI Jawa Barat Ingatkan Wartawan Utamakan Verifikasi

7 Oktober 2026

BRI RO Bandung Targetkan 500 Lelang, Capaian Hampir Rp200 Miliar

7 Oktober 2026

Hari Kopi Sedunia, TOP Coffee Bagikan 10.000 Gelas Kopi Gratis di 4 Kota

6 Oktober 2026

BAZNAS Jabar Dampingi Petani Cianjur, Alpukat yang Ditanam Lima Tahun Mulai Dipanen

6 Oktober 2026

Lendeng N D’Gank Tanam 250 Pohon di Kamojang, Bidik 3.000 Pohon di Jabar

5 Oktober 2026
Prev Next
No Content Available
Prev Next
Bewarajabar.com

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.

  • Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Bandung Raya
  • Bewara
    • BEWARA JABAR
    • BEWARA JATENG
    • BEWARA JATIM
  • Nasional
  • Regional
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Ragam
  • Infotainment
  • Pendidikan
  • Warta Sunda

Copyright © 2017. Bewarajabar.com All rights reserved.