Minyak Goreng Langka, Disdagin Kabupaten Bandung: Sudah Murah, Konsumsi Sangat Tinggi

oleh

Bandung, BewaraJabar — Terkait harga minyak goreng yang melambung tinggi dan langka hampir di seluruh Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian terus melakukan berbagai langkah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Guna mengatasi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Dicky Anugrah menegaskan jika Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Sawit sudah ditetapkan oleh Menteri Perdagangan Nomor 6 tahun 2022.

“Yang mana pemerintah sudah mengeluarkan regulasi, yaitu Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Sawit dan untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan minyak goreng serta kebijakan satu harga,” kata Dicky Anugrah.

Menurutnya, klasifikasi penetapan minyak goreng curah Rp 11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500/liter, minyak goreng kemasan premium Rp 14.000/liter.

“Itu berlaku per 1 Februari 2022. Jadi kebijakan ini diberlakukan secara nasional satu harga. Jadi tidak ada lagi istilah subsidi. Tapi sekarang, pengertiannya atau kebijakannya itu minyak goreng satu harga berdasarkan HET,” jelasnya.

Persoalan sekarang di lapangan secara nasional, imbuh Dicky Anugrah, ada beberapa kendala pasokan atau distribusi yang terhambat atau terlambat masuk ke ritel, pasar modern atau tradisional.

“Karena permintaan masyarakat terhadap minyak goreng sangat tinggi, pasca kebijakan HET minyak goreng yang dulu Rp 19.000-Rp 20.000/liter minyak goreng premium, sekarang Rp 14.000/liter,” katanya.