Ririwa

Ririwa - Mafia Minyak Goreng
H. Jaenudin - Pemerhati Kepolisian, Sosial dan Budaya

Bewarajabar.com – Ririwa, dalam kamus bahasa sunda adalah mahluk halus marakayangan/gentayangan atau arwah penasaran. Apakah sama kalau Bali, seperti “Leak” ?

Penulis, mengibaratkan Mafia Minyak Goreng seperti ririwa. Kalau ririwa ceritanya hanya gentayangan dan membuat takut manusia yang imannya lemah, tetapi mafia menurut penulis adalah orang- orang yang sukanya membuat orang susah dengan menimbun, menjual dengan cara menyembunyikan barang, benda cair atau padat, tanah, dan lain sebagainya ,demi kepentingan pribadi, dan golongannya, untuk mencari keuntungan sebanyak- banyaknya.

Mafia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah, perkumpulan rahasia yang bergerak dibidang kejahatan, atau kriminal. Jika disimpulkan, seseorang yang bergerak dibidang kejahatan atau kriminal.

Sebut saja saat ini, dengan hilangnya minyak goreng membuat sebagian orang menderita sampai – sampai untuk mendapatkan 1 kg minyak goreng harus rela antri dan berdesak -desakan serta menghabiskan waktu berjam-jam.

Ironis memang, Indonesia, negara kaya dengan hamparan kebun sawit yang begitu luas, seperti di Sumatra dan Kalimantan. Ketika membuka lahan untuk ditanami sawit, sebagian hutan dibabad habis oleh sang raja hutan (Pemodal) yaitu para Konglomerat, Big Bos, Oknum Politikus, Oknum Pejabat.

Dan fakta membuktikan, ketika terjadi penebangan dan pembakaran hutan, atau lahan gambut, banyak penghuni hutan seperti orang hutan, harimau, gajah, ular dan mahluk lainnya menjadi korban ririwa. Karena untuk membuka lahan dilakukan dengan cara legal, dan lebih banyak dengan cara ilegal. Salah satunya dibakar oleh anak buah ririwa.