Surat Terbuka Untuk Yth. Bapak Arteria Dahlan dari Yayasan Sawala Kandaga Kalang Sunda

oleh
Ki Iwan Natapradja - Yayasan Sawala Kandaga Kalang Sunda

Sampurasun!
Sebagai sesama Muslim, kepada Anda kami mengucapkan Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Dan untuk menghormati secara adat, kami sampaikan pantun ini :

Pai raun ka Pariaman, Singgah sabanta di Painan, Bapak Arteria nan budiman, Salam hormat ambo aturkan.

Sampai di sini sungguh terasa indah, bukan? Anda dido’akan secara Islam dan dihormati secara tradisi Minang. Kami akan menjaga suasana indah ini hingga akhir surat.

Pak Arteria, di saat Anda dilantik sebagai anggota DPR, tentu telah melalui seleksi yang sangat ketat dari sisi latar belakang, intelektualitas, emosionalitas dan mungkin spiritualitas. Dengan demikian Anda dinilai patut untuk mewakili rakyat Indonesia, termasuk kami yang bersuku Sunda.

Jika Anda rajin membaca sejarah, tentu akan paham bahwa DKI Jakarta itu dahulunya adalah Sunda Kalapa, yakni sebuah pelabuhan besar di bawah kekuasaan kerajaan Sunda.

Lalu jika Anda pergi ke Sumatera, baik melalui laut ataupun udara, tentu akan melalui Selat Sunda. Dan ketika Anda bertugas di daerah Jawa Barat, tentu akan menemui orang-orang yang berbahasa Sunda.

Dengan demikian sangat mungkin kedekatan alamiah Anda dengan hal-hal yang berbau Sunda sama intens-nya dengan hal-hal yang berbau Minang. Hingga di sini masih terasa indah, bukan? Atau setidaknya netral.

Dari sisi wawasan, Anda tentu paham bahwa NKRI itu dibangun berbasis perbedaan. Dan jika digeneralisir maka jumlah perbedaan yang ada adalah sejumlah suku di Indonesia.