Tedy Rusmawan Sampaikan Sejumlah Catatan bagi Kadisbudpar Baru

oleh
Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., melakukan kunjungan lapangan ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Kamis (14/7/2022).Ajie/Humpro DPRD Kota Bandung.

Bewarajabar | Bandung – Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., melakukan kunjungan lapangan ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Kamis (14/7/2022).

Dalam kunjungan itu, Tedy memberikan catatan dan masukan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung yang baru, Arief Syaifudin. Dalam proses kebangkitan kota pasca pandemi, ekonomi Kota Bandung dari sektor seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif cukup bergantung pada inovasi program Disbudpar.

“Kita ingin mengetahui program dan inovasi Kadisbudpar baru, Pak Arief, ya. Terkait dengan tupoksi Disbudpar pariwisata dan budaya,” ujar Tedy.

Catatan awal yang disampaikan Tedy berkaitan dengan perhatian Pemkot Bandung bagi pelaku seni dan budaya beserta ekosistem pendukungnya melalui raperda yang tengah dibahas di DPRD Kota Bandung yakni Raperda Pemajuan Kebudayaan. Ia berharap Disbudpar semaksimal mungkin meraup banyak informasi berdasarkan kebutuhan warga yang terlibat di lapangan.

Harapan besarnya, ekonomi dari sektor budaya akan semakin sejahtera seiring dengan nilai budaya yang melekat sebagai identitas warga Kota Bandung.

“Kita kan sedang membahas Raperda Pemajuan Kebudayaan. Kita berharap Disbudpar all out, totalitas, menindaklanjuti beberapa hal yang menjadi diskusi di lapangan. Sehingga raperda ini bisa betul-betul dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Kota Bandung, khususnya para pelaku seni, budaya, dan pariwisata Kota Bandung,” ujar Tedy.

Ia juga berharap pelaksanaan perda ini nantinya akan menyempurnakan budaya Sunda sebagai spirit dalam konteks pelayanan publik.

“Terutama di kewilayahan. Ketika orang datang disambut dengan ‘wilujeng sumping’, dan dilayani dengan khas orang Sunda ‘someah hade ka semah’, sehingga masyarakat merasa puas dan terlayani dengan baik, tidak ada komplain. Jadi jangan sampai terjebak hanya sekadar Kemis Nyunda atau berpakaian Sunda, tetapi lebih jauh lagi pada konteks pelayanan dengan menjalankan nilai budaya Sunda,” tuturnya.

Untuk Hari Jadi Kota Bandung mendatang, Tedy mendorong munculnya spirit kolaborasi dari Disbudpar dengan memanfaatkan partisipasi dari masyarakat, tidak terus bergantung pada APBD.

“Mudah-mudahan ini menjadi hal yang bisa mendorong lebih jauh peningkatan kualitas berbagai kegiatan di Kota Bandung, karena Kota Bandung, Kota Jasa, sangat bergantung pada event. Semakin banyak event maka akan besar PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Bandung,” katanya.

Dari informasi yang ia terima, ekonomi dari sektor pariwisata sudah mulai meningkat dari beberapa waktu lalu. Terutama di masa-masa liburan. Tingkat hunian di hotel-hotel relatif membaik.

“Makanya, event menjadi salah satu catatan kita, agar nantinya Hari Jadi Kota Bandung menjadi hari kebangkitan ekonomi, dan kegiatan-kegiatan masyarakat ini harus betul-betul terasa signifikan,” ucap Tedy.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Arief Syaifudin menyambut baik masukan yang diberikan Ketua DPRD Tedy Rusmawan untuk mendorong Disbudpar semakin inovatif.

“Terima kasih kepada Ketua DPRD Kota Bandung yang telah memberikan catatan dan masukan terkait seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang ada di Kota Bandung. Mudah-mudahan yang disampaikan akan kita tindak lanjut dengan semangat,” ujarnya.

Dari diskusi yang muncul, Tedy juga meminta Disbudpar untuk memperluas kerja sama dengan pihak lain untuk menyiasati keterbatasan anggaran. Dengan kolaborasi, pemenuhan kebutuhan bagi penyelenggaraan program Disbudpar bisa meraih manfaat luas bagi warga dan pegiat seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Tadi yang disampaikan Pak Ketua, dengan semangat tidak bergantung APBD, karena dengan menggunakan APBD kita tidak bisa memenuhi kebutuhan semuanya. Komunitas beratus-ratus. Sehingga dengan pihak ketiga kami akan mencari orang tua-orang tua asuh, tentunya pengusaha-pengusaha yang CSR sudah mulai, pihak swasta yang ingin menjadi sponsor,” kata Arief.