Terjadi Kelangkaan Pupuk, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung Minta Petani Bersabar

oleh

Kab. Bandung, Bewarajabar.com — Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Firman B Somantri meminta petani bersabar dalam menghadapi kelangkaan pupuk bersubsidi.Firman mengatakan, DPRD Kabupaten Bandung sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung terkait keluhan petani tersebut.

Kata Firman, saat ini adalah menunggu Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat untuk proses pendistribusian pupuk bersubsidi ke wilayah Kabupaten Bandung.

“Kami mengimbau kepada petani agar sabar, karena ini sedang diusahakan dalam beberapa hari, dua atau tiga hari,” ujar Firman saat dihubungi via telepon, Kamis (7/1/2021).

Firman memastikan akan terus memantau proses pendistribusian pupuk bersubsidi ini.

Firmai mengakui sering mendapatkan pengaduan langsung dari para petani, misalnya belum lama ini pengaduan dari petani dari Desa Babakan Kecamatan Ciparay.

Di lapangan, ungkap Firman, ketersediaan pupuk bersubsidi memang tidak ada. Justru yang tersedia adalah pupuk non bersubsidi. Tentu petani akan berpikir seribu kali jika menggunakan pupuk non bersubsidi, karena harganya yang tinggi.

“Perbedaan harganya sangat signifikan,” katanya.

Jika jumlah kebutuhan pupuknya sedikit, maka tak masalah menggunakan pupuk non subsidi. Namun, jika kebutuhannya banyak, maka petani akan lebih memilih untuk menggunakan pupuk non subsidi. Oleh karena itu, tutur Firman, keluhan kelangkaan pupuk ini banyak datang dari para kelompok tani.

Dengan adanya kelangkaan kebutuhan petani tersebut, maka tentu akan mempengaruhi proses produksi di sektor pertanian. Kata Firman, bagaimanapun juga musim tanam, jangan ditunda-tunda. Dirinya dengan tegas meminta dinas terkait untuk segera menyelesaikan masalah kelangkaan pupuk subsidi ini.

“DPRD Kabupaten Bandung sudah mendorong pemerintah untuk mengantisipasi masalah kelangkaan pupuk,” ujar Firman.