Tuntut Rasa Keadilan, Kuasa Hukum Hj Nita Mantap Akan Ajukan Gugatan Praperadilan

oleh

Bandung – Hj Nita Kristinawati menyesalkan atas penetapan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar yang menjadikan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Pasalnya, ia menyakini bahwa apa yang dituduhkan terhadap dirinya, itu tidak benar adanya.

Nita Kristinawati menjelaskan, sebelumnya ia dilaporkan ke Polda Jabar oleh VC (mantan kekasihnya), atas tuduhan penipuan dan penggelapan terkait dengan kerjasama usaha pangkalan gas elpiji 3 kg. Dengan klaim kerugian sebesar Rp. 1.042.000.000 (Satu miliar empat puluh dua juta rupiah).

“Perlu saya klarifikasi, tidak ada yang namanya kerja sama, yang ada bentuknya pinjaman dan itu pun bukan saya yang pinjam melainkan anak saya kepada VC. Dan untuk nominal pinjamanpun tidak sebesar itu melainkan hanya Rp. 130.000.000, dan itu pun sudah lunas, tidak ada masalah.” Jelas HJ. Nita Kristinawati. Senin, (12/09/2022)

“Terkait dengan nominal fantastis 1.042M yang dituduhkan itu, saya pun tidak paham sampai saat ini juga. Dan saya bersama kuasa hukum meminta ditunjukan bukti, namun sampai saat ini belum mendapat jawaban yang memuaskan. Bahkan ironinya saya sekarang status ditingkatkan menjadi tersangka. Oleh sebab itu saya mantap untuk mencari keadilan melalui praperadilan.” Tutur HJ. Nita Kristinawati sembari menangis berkaca-kaca.

Foto Harry Fransiskus Hasugian, SH
Foto Harry Fransiskus Hasugian, SH

Senada dengan apa yang disampaikan kliennya,

Harry Fransiskus Hasugian, SH selaku pengacaranya juga mempertanyakan dasar bukti apa yang menjadikan kliennya sebagai tersangka. Karena menurut sepengetahuannya berdasarkan bukti mutasi rekening antara kliennya dan VC selama mereka berhubungan nominalnya tidak ada sebesar dengan apa yang dituduhkan.