Menu

Mode Gelap
Kasus ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis Mengakibatkan 18 Korban, Begini Kata Kadisdik Jabar Sebanyak 18 Siswa Menjadi Korban ‘Lingkaran Setan’ di SMAN 1 Ciamis Emtek Group Resmi Menjadi Official Broadcaster Olimpiade Tokyo 2020

Ekonomi · 26 Sep 2021 11:24 WIB

UMKM Jabar yang Masuk Marketplace Meningkat 34 Persen saat Pandemi


 UMKM Jabar yang Masuk Marketplace Meningkat 34 Persen saat Pandemi Perbesar

Bandung, BewaraJabar — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut jumlah pelaku UMKM di Jabar yang masuk pasar online atau marketplace terus bertambah.

Sebelum pendemi COVID-19 hanya 20 persen atau 602 pelaku UMKM Jabar yang masuk di marketplace. Setelah didampingi dan dilatih kini sudah ada 1.623 UMKM masuk marketplace atau naik 34 persen.

Selama pandemi ini Pemda Prov Jabar bersama kab/kota mendampingi dan melatih UMKM untuk tetap bertahan bahkan berkembang dengan beradaptasi dengan teknologi yakni melakukan strategi pemasaran digital.

“Kami di Pemda Provinsi Jabar sangat peduli dengan UMKM. Kenapa? Karena 90 persen ekonomi Jawa Barat itu ekonomi UMKM. Kemudian kita ingin semua go digital maka kita lakukan pelatihan pendampingan semua pokoknya,” ujar Ridwan Kamil dalam acara launching Toko oleh Kaya.id secara virtual di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (25/9/2021).

Jabar pun, kata Ridwan Kamil, terus mendorong daya saing digital. Saat ini, Jabar menempati posisi dua dalam hal daya saing digital di Indonesia dengan skor 57,1.

Menurutnya, ada empat pilar yang menjadi pendukung daya saing digital yakni SDM berkualitas, pembiayaan teknologi informasi dan komunikasi, pertumbuhan keuangan digital tinggi dan terakhir infrastruktur digital.

“Kami ini daya saing ada di rangking dua karena kami ini desa. Makanya Jawa Barat membuat konsep desa digital. Tentunya ada empat yang sedang kami siapkan. SDM harus siap semua harus jago digital. Kemudian tidak usah pakai cash lagi, semua pakai QR Code semua pake e-money dan sebagainya kemudian infrastruktur dan lain-lain,” jelas Ridwan Kamil.

Gubernur mengajak pelaku UMKM memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Indonesia dengan go digital. Berdasarkan data Google, Temasek, dan Bain & Company 2020, ekonomi digital Indonesia di tahun mencapai USD44 juta atau Rp631 triliun. Diprediksi pada 2025 akan meningkat menjadi USD124 juta atau Rp1.744 triliun.

Baca Juga :  Cegah Virus Corona, Diskar PB Semprotkan Cairan Teepol di Ruang Publik

“Dalam konteks potensi ekonomi digital tahun lalu orang mau jual beli lewat digital itu sekitar Rp600 triliunan dalam hitungan lima tahun dengan kerja cerdas maka ada potensi sekitar Rp1.700 triliun,” ujarnya.

Apalagi, kata Ridwan Kamil, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna internet yang terbesar dengan 196,7 juta. Dari jumlah tersebut, 56 persen pengguna internet di Indonesia berasal dari daerah perdesaan.

“Potensi di Indonesia pengguna internetnya hampir 200 juta. Orang Indonesia itu jumlah handphone nya lebih banyak dari jumlah penduduknya,” kata pria yang kerap disapa Kang Emil.

Oleh karena itu, Kang Emil mengajak pelaku UMKM berjualan lewat online tapi juga harus mengantisipasi lonjakan permintaan sebagai konsekuensi logis.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Komisi A DPRD Kota Bandung Apresiasi Kinerja Diskominfo

27 Januari 2022 - 15:33 WIB

Komisi A DPRD Kota Bandung Apresiasi Kinerja Diskominfo

Berikut Persyaratan Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung Hari Ini, Kamis 27 Januari 2022

27 Januari 2022 - 06:30 WIB

sim keliling

Cek Selengkapnya Ramalan Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Kamis 27 Januari 2022

27 Januari 2022 - 06:05 WIB

cuaca bandung

Kasus Covid-19 Mengalami Kenaikan, Pemkot Bandung Tegaskan Pelaksanaan PTM Terus Berlanjut

26 Januari 2022 - 23:25 WIB

Antisipasi Adanya Omicron di Sekolah, Pemkot Bandung Perketat Verifikasi PTM

26 Januari 2022 - 23:18 WIB

Ini Strategi Pemkot Bandung untuk Mencegah Kenaikan Kasus Covid-19

26 Januari 2022 - 23:12 WIB

Trending di Regional