Bandung, bewarajabar.com — Sebagai pelayan masyarakat, Polisi bertanggung jawab atas situasi kamtibmas. Harus diketahui oleh kita bersama, tugas kepolisian tidaklah mudah. Polisi tetap melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat dan bertanggung jawab, atas segala situasi Kamtibmas di wilayah Jabar.
Demikian disampaikan Kapolda Jabar, Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, pada kesempatan melihat aksi demo para Mahasiswa di Bandung yang semula adem ayem, menjelang senja memanas berubah anarkis, merangsek masuk ke halaman Gedung DPRD Jabar.
Kata Kapolda, sebagai anggota Polri harus memiliki jiwa melindungi dan mengayomi saat bertugas, khususnya saat mengawal demokrasi kebebasan mengemukakan pendapat masyarakat atau kelompok apapun.
Hal tersebut dibuktikan, saat Mahasiswa Bandung turun jalan hari ini, Senin (23/9/2019). Mereka berkumpul di dekat Gedung DPRD Jabar, Jl Diponegoro. Aksi awalnya sangat kondusif. Namun menjelang senja memanas, saat mahasiswa hendak merangsek masuk ke halaman gedung Wakil Rakyat Provinsi Jawa Barat, karena dibalik pagar dijaga petugas Kepolisian.
Karena merasa dihalangi, lemparan demi lemparan kemudian terjadi. Mahasiswa melemparkan batu dan benda keras lainnya ke dalam halaman, tempat Personel Polri melakukan pengamanan.
Berbagai upaya dilakukan, melalui pengeras suara Polisi mencoba menenangkan mahasiswa. Polisi juga meminta koordinator aksi, untuk menenangkan rekan-rekannya.
Melihat massa demo yang mulai merangsek masuk, Polisi akhirnya mengerahkan water cannon. Semburan air dari water cannon tak membuat mahasiswa jera atau mundur. Mereka terus memaksa ingin masuk, sambil tak henti-hentinya melempari personel Polisi.
Akibatnya personel dari Polisi menjadi korban kericuhan demo Mahasiswa. Anggota polisi yang menjadi korban dan mengalami luka pada saat penanganan unjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Jabar; AKBP Sutorih (Dalmas Polda) luka dan memar di kaki kanan, Brigadir Indra (Reskrim) luka robek dijari kanan, Ipda Budi (Humas) memar tangan kiri, Bripda Andi (Dalmas Polda) luka robek dileher kanan, Bripda Ilham (Dalmas Polda) keseleo tangan kanan, Bripda Fauzan ( Dalmas Polda), evakuasi ke RS Halmahera dan kemudian dirujuk ke RS Cicendo, Bripda Febi Alexander ( Brimob Cikole ) luka di bawah mata kanan, Bripka E Prasetyo ( Brimob Cikole) sesak nafas dan luka pada kepala dan Bripda Fikri (Dalmas Polda) luka robek di dagu 4 cm – evakuasi ke RS Halmahera.
Atas kejadian itu Polda Jabar akan melakukan penyelidikan, terkait kericuhan demo mahasiswa yang awalnya kondusif, berubah menjadi ricuh karena adanya provokatif oleh kelompok tertentu.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. menginformasikan, Kapolda Jabar bersama Pejabat Utama dan Kapolrestabes Bandung, akan menjenguk personel Polisi yang menjadi korban kericuhan demo mahasiswa.
(Bully Tarongkeng)












































































Discussion about this post