Sign in

Sign up

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta. Terus Memanfaatkan Momen “Car Free Day”

By on Oktober 8, 2019 0 10 Views

Purwakarta, bewarajabar.com — Penggunaan Plastik untuk kemasan baik makanan dan minuman. Bisa berdampak buruk bagi lingkungan. Hal itupun menjadi perhatian Pemkab Purwakarta dalam meminimalisir penggunaan serta keberadaan sampah plastik.

“Limbah plastik cukup mengkhwatirkan, maka saya dorong OPD untuk meminimalisir limbahnya dengan berbagai program,” kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, beberapa waktu.

Menurutnya limbah plastik cukup mengkhawatirkan, apalagi tidak bisa terurai secara cepat. Sehingga perlu penanganan dan solusi yang tepat.

“Perlu dilakukan program yang masif dan upaya ini terus kita dorong. Demi terciptanya lingkungan yang sehat,” kata Mantan Mojang Purwakarta 1999.

Berbagai OPD pun terus melakukan sosialisasi. Baik Dinas Pendidikan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan). Serta OPD lainnya, kini terdapat tempat sampah khusus sampah plastik kemasan.

Misalnya, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta. Terus memanfaatkan momen “Car Free Day” di area Taman Air Mancur Sribaduga. Untuk memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat melalui “Urban Farming On The Road”.

Hanya dengan menukarkan sampah plastik, masyarakat bisa mendapatkan bibit sayuran berkualitas. Bahkan diacara tersebut masyarakat diajarkan juga, cara menanam dan memanfaatkan sampah plastik kemasan. Menjadi barang tepat guna termasuk memberikan edukasi menanam secara “Hydroponic”.

“Edukasi penanaman dengan lahan terbatas, juga masyarakat bisa mendapatkan bibit sayuran. Dengan hanya menukarkan sampah plastik kemasan,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan, eberapa waktu yang lalu.

Kegiatan yang digagas oleh Bidang Perkebunan dan Holtikultura ini. Menyasar masyarakat baik anak-anak maupun usia dewasa. Apalagi menurutnya upaya memaksimalkan masyarakat untuk gemar makan sayur-sayuran.

“Jelas targetnya semua kalangan, bahwa menanam itu menyenangkan. Bahkan antusias warga bisa kita lihat, apalagi anak-anak,” kata Agus.

Untuk sampah plastik lanjut Agus, akan dikumpulkan baik dijadikan pot atau hiasan, atau didistribusikan kepada kelompok masyarakat. Yang memanfaatkan sampah plastik, sebagai bahan daur ulang barang tepat guna.

Bukan hanya Dispangtan, pemanfaatan plastik menjadi barang tepat guna. Bagian upaya mendukung pengurangan sampah plastik. Terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan, dimulai dari Edukasi melalui MPLS pada orientasi siswa. Hingga menargetkan tahun 2020, sekolah di Purwakarta bebas dari sampah plastik.

Termasuk menyelanggarakan Karnaval Pakaian Daur Ulang yang diikuti oleh 52 pelajar SMP  perwakilan dari SMP Negeri/Swasta termasuk Sekolah Satu Atap (Satap).

Sedangkan menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto mengatakan bagian kampanye waspada sampah plastik. Setelah itu ada Festival Film Selamatkan Bumi Kita.

Apalagi komitmen pengurangan sampah plastik sudah diterapkan dimulai dari kegiatan MPLS di sekolah-sekolah. Bahkan komitmen tersebut memili efek positif, siswa SMP di Purwakarta bahkan sudah bisa memanfaatkan sampah daur ulang menjadi Karya dan Produk Tepat Guna.

“Plastik perlu kita waspadai dan kurangi, sampahnya bisa dimanfaatkan sebagai daur ulang. Bahkan siswa sudah ada yang bisa menghasilkan produk seperti Pot atau Wadah Sampah,” jelasnya.

Bukan hanya Disdik maupun Dispangtan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta saja yang terus melakukan upaya pemahaman pengurangan sampah plastik. Diantaranya memaksimalkan masyarakat yang bergerak di bidang pemberdayaan limbah plastik, hingga penyediaan Bank Sampah. (SIP)

  Artikel
Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *