Esensi Idul Adha, Tauladan Keluarga Nabi Ibrahim AS dan Kebijakan Baginda Rasulullah adalah Solusi Pemberantasan Korupsi di NKRI

oleh
Esensi Idul Adha, Tauladan Keluarga Nabi Ibrahim AS dan Kebijakan Baginda Rasulullah adalah Solusi Pemberantasan Korupsi di NKRI

Penulis Oleh : H. Firli Bahuri, (KETUA KPK INDONESIA)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera Untuk Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan. Allahu Akbar.. Allahu Akbar…Allahu Akbar, Walilla Ilham, Hari ini, Selasa, 20 Juli 2021, segenap Umat Muslim dunia khususnya Indonesia, kembali merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H, Hari Raya Kurban yang tidak dapat kita rayakan seperti biasanya karena masih mewabahnya pandemi Covid-19 di tanah air.

Meskipun demikian, kami yakin Umat Muslim tidak kehilangan semangat Idul Adha, Hari Raya Kurban, meski rangkaian ibadah hingga perayaan hari nan suci ini, hanya dapat dilakukan dari dalam rumah dengan cara sederhana ditengah masa pandemi Covid-19.

Tidak sedikit hikmah serta nilai-nilai kehidupan yang dapat kita petik dari makna dan esensi Idul Adha, Hari Raya Kurban, salah satunya dari sejarah kisah Nabi Ibrahim AS dan Istrinya Siti Hajar dan buah hati mereka, Ismail AS, satu diantara kisah 25 Nabi yang biasa kami dengar sebagai dongeng penghantar tidur semasa kecil, oleh almarhum ayah dan ibu.

Kisah keluarga Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail yang menjadi asal muasal ibadah Haji, Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban, banyak memberikan tauladan baik bagi kehidupan umat manusia tentang arti dan makna sebuah pengorbanan, kepatuhan, ke-ikhlasan serta keberanian luar biasa dan tekad kuat untuk menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangan-Nya, sebagai wujud kecintaan utuh kepada Allah SWT.