Hukuman Polisi yang Memperkosa Mahasiswi Dianggap Tidak Maksimal, Begini Kata Komnas Perempuan

oleh
Hukuman Polisi yang Memperkosa Mahasiswi Dianggap Tidak Maksimal, Begini Kata Komnas Perempuan

Bewarajabar.com – Kasus keji polisi yang memperkosa mahasiswi magang telah mendapatkan hukuman. Bayu Tamtomo eks polisi tersangka yang mempemerkosa mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel), telah divonis 2 tahun 6 bulan.

Namun dlansir dari detik.com Komnas Perempuan menyebut hukuman tersebut tidak maksimal.

“Hasil pemantauan Komnas Perempuan menyimpulkan hukuman terhadap pelaku pemerkosaan belum maksimal dan perempuan korban belum dipenuhi hak-haknya,” ujar Komisioner Komnas Perempuan, Rainy Hutabarat dikutip detik.com hari Minggu (30/1/2022).

Apalagi, kasus pemerkosaan itu, terang Rainy, terkait-paut dengan relasi kekuasaan antara pelaku dengan korban, misalnya atasan dengan pekerja magang.

Rainy membeberkan hukuman-hukuman pemerkosa yang tercatat di sejumlah aturan perundang-undangan. Seperti KUHP (maksimal 12 tahun penjara), UU PKDRT (maksimal 12 tahun penjara tahun atau denda paling banyak sebesar Rp 36 juta), dan UU Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak (paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 dengan denda Rp 5 M).

“Namun, dalam praktiknya hukuman terberat untuk kasus pemerkosaan terhadap perempuan dewasa umumnya adalah 5 tahun dan untuk pencabulan di bawah 5 tahun, untuk kasus anak, hukuman paling berat 11 tahun, ini pun sangat jarang,” jelas Rainy.

“Untuk mencegah dan memutus keberulangan kasus, Komnas Perempuan memandang penting pengarusutamaan hak-hak asasi manusia berbasis gender di antaranya tentang kesetaraan dan keadilan gender untuk semua aparat penegak hukum melalui pendidikan dan pelatihan penguatan kapasitas,” jelasnya.