HUT ke-75 Koperasi, Titik Balik Adaptasi Era 4.0 dan 5.0

oleh

Bewarajabar | Bandung – Pada 12 Juli 2022 lalu menandai 75 tahun eksistensi gelaran hari ulang tahun (HUT) Koperasi Indonesia. Momentum ini menjadi langkah bagi pemerintah untuk menggelorakan generasi muda dalam membangun karakter dan gotong royong melalui peran koperasi di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0.

Termasuk di Kota Bandung, tepat pada Jumat, 19 Agustus 2022 Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyelenggarakan acara puncak perayaan HUT Koperasi Indonesia di pelataran Bandung Indah Plaza (BIP) dan Hotel Arya Duta.

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyampaikan, revolusi industri 4.0 telah mentransformasi berbagai kegiatan usaha termasuk koperasi.

“Koperasi harus mampu berinovasi dalam aspek produk, pelayanan, dan proses bisnis untuk bisa memenangkan persaingan,” ungkap Yana.

Ia menjelaskan, perkembangan koperasi dengan tagline Koperasi Juara yang hadir di setiap kelurahan, hingga tahun 2021 telah terbentuk 63 koperasi.

“Kami juga menargetkan terbentuknya koperasi di tempat ibadah yang sudah terealisasi sebanyak 60 koperasi,” ujarnya.

Dengan bertambahnya 123 koperasi baru, saat ini di Kota Bandung terdapat 731 koperasi dengan jumlah anggota 121.491 orang. Sedangkan total omzetnya telah mencapai Rp1,4 triliun.

“Bahkan, jumlah total sisa hasil usaha (SHU) yang dibagikan kepada anggota hampir mencapai Rp90 miliar,” ucapnya.

Sehubungan dengan gerakan “Ayo Berkoperasi”, Pemkot Bandung terus mengedukasi generasi muda supaya terlibat dalam gerakan koperasi.

“Mereka ini pula yang diharapkan membawa koperasi ke dalam era digitalisasi sehingga siap bersaing dalam revolusi industri 4.0,” imbuhnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Atet Dedi Handiman mengatakan, koperasi di usia 75 harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola pikir dalam bisnis.

Dalam kegiatan ini, Pemkot Bandung melalui Dinas KUKM juga memberikan penghargaan bagi beberapa koperasi berprestasi di Kota Bandung.

“Untuk penghargaan kategori koperasi simpan pinjam diberikan kepada Koperasi Kredit Karyawan RS Advent Bandung. Lalu Koperasi Kredit Tunas Harapan. Terakhir, Koperasi Simpan Pinjam Sumber Bahagia,” paparnya.

Sedangkan kategori koperasi konsumen diperoleh Koperasi Karyawan Perum Perhutani Unit 3 Jabar Bandung, Dharma Nirmala Mandiri, dan Koperasi Pegawai Bank BTN KC Bandung.

Pada kesempatan ini hadir pula secara daring Menteri Koperasi Indonesia, Teten Masduki.

Teten menuturkan koperasi harus berani mengubah pola pikir. Jika tidak, koperasi hanya akan mengalami penuaan.

“Salah satunya dengan revormasi ekosistem koperasi dengan revisi UU Perkoperasian no.25 tahun 1992. Di mana manfaat koperasi akan menjadi multipihak terutama bagi pelaku start up, profesional, generasi muda,” tutur Teten.

Acara puncak ini dihadiri lebih dari 1.000 orang secara hibrid. Bagi warga yang ingin membeli produk UMKM Kota Bandung, bisa lansung mengunjungi beragam stan yang tersedia sepanjang pelataran BIP dari 19-22 Agustus ini.