Ibu- ibu Kader PKK dan Majelis taklim Nurul Abror yang setia membantu, makan dan minum para pekerja di Mesjid Nurul Abror, dengan membuat dapur umum.
Oleh : H.Jaenudin. S.Sos
Kab.Bandung, bewarajabar.com – Minggu ke 3 ( tiga), bulan Desember 2021, perjuangan renovasi Mesjid Jami dan Madrasah Nurul Abror RW 23 Mekarsari, menjadi 2 ( dua ) lantai, masih berjalan, dan dana yang dibutuhkan masih cukup banyak, sampai saat ini jika dihitung barang dan uang, sudah mencapai sekitar Rp. 400 juta.
Dana dan barang / material, berasal dari para pejuang jihad harta, melalui wakaf, sadakoh , infak dan amal jariah lainnya. Para pejuang jihad harta, baik dari dermawan, donatur, pewakaf, dan orang- orang kuat, dengan ikhlas memberikan tenaganya dan pikirannnya tanpa pamrih.
Demi membangun sarana ibadah berupa mesjid dan madrasah yang berada di wilayah RW 23 Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.
Terus terang saja, sampai sampai saat ini, dana yang terkumpul hingga mencapai nilai Rp.400 juta, adalah benar- benar murni, berasal dari warga masyarakat, dan ada tambahan yang berasal dari 1 ( satu) anggota legislatif yang berasal dari wilayah Baleendah.
Sementara dari pihak pemerintah, baik dari Kabupaten Bandung maupun Provinsi Gubernur/Propinsi Jawa Barat, belum ada kepastian. Walaupun panitia pembangunan secara phisik maupun melalui oneline sudah dikirim melalui PDF, khususnya dari Kabupaten Bandung, belum jelas, karena tidak ada respon apa masuk RAPB Kabupaten atau bagimana?
” Tanpala mere pribadi berupa materi , ngalongok – ngalongok atuh .” Namun kita juga tidak bersuudzon, mungkin saja beliau sibuk, sebab berdasarkan informasi beberapa hari kebelakang Bupati sempat datang ke wilayah Ciganitri, dalam rangka perbaikan jalan diwilayah Ciganitri dan sekitarnya.
Maka ketika penulis, berbincang dengan Ketua Umum Umum Buah Batu Corps, H.Bagus Mardianto, sempat terlontar, mengharapkan bantuan dari pemerintah sangat sulit dan melalui birokrasi panjang.
Penulis, teringat ketika para pejabat baik eksekutif maupun legislatif berkampanye, dengan mudahnya mereka mengeluarkan uang dan melakukan janji manis, kalau dirinya jadi, akan ini dan itu. Namun ketika mereka sudah jadi apa yang janjikan, mereka lupa atau melupakan.
Utusan Sang Khalik
Sesuatu ketika penulis berada dirumah, dan tiba- tiba datang salah satu pekerja di Mesjid. Dan menyampaikan pesan, ada tamu kemudian diantar ke rumah, setelah bertemu beliau, menyampaikan dan menanyakan, apa yang bisa dibantu untuk keperluan mesjid ?
Penulis terus terang saja, antara percaya dan tidak, karena sang tamu, belum bertemu sebelumnya. Namun dalam perbincangan tetap menanyakan, apa yang dibutuhkan untuk keperluan mesjid. Akhirnya penulis menyampaikan, keperluan yang mendesak ini barangnya, tanpa basa basi dia berjanji akan mengirimnya.
Sorenya barang yang dijanjikan, sudah berada dihalaman mesjid, dia menyampaikan lagi, jika ada keperluan lainnya yang dibutuhkan, untuk pembangunan mesjid silahkan hubungi saya. Pembangunan terus berjalan, pada akhirnya karena ada pesan dari beliau. Maka saya hubungi nomor yang diberikan kepada saya, namun beberapa kali di WA bahkan dicoba ditelpon, tak ada jawaban.
Saya berpikir bahwa beliau sakit. Atau menjelang tutup tahun, beliau melakukan liburan. Seminggu sudah setelah ditelpon tidak ada jawaban, tiba – tiba pada hari Jumat, tanggal 10 Desember 2021 ada telpon dari beliau, dan menyampaikan bahwa Hand Phone ( HP) hilang, ketika pergi ke Palembang. Dan beliau langsung bertanya, ada yang perlu di bantu, saya sampaikan, selama lost kontek , saya merasa khawatir bahwa bapa sakit.
” Alhamdulillah ternyata beliau sehat. Dan apa yang dijanjikan beliau sudah datang dan sudah dipergunakan yaitu bondek sebanyak 25 buah. Kiranya sang khalik, telah mengirim orang pilihan yang peduli terhadap sesama dan lingkungan khususnya dalam syiar agama Islam, mereka telah
menyisihkan hartanya.”
Kemudian di bulan yang sama, Desember 2021, telah datang anak – anak muda alumni SMA BPI 91, dengan tujuan mewakafkan semen, Alquran, mukena, sandal dan donasi uang untuk membantu pembangunan mesjid dan madrasah.
Ada rasa “reueus” ( bangga) terhadap anak- anak muda kaum milenium, melalui kiprahnya, peduli terhadap sesama dan lingkungan dengan cara menyisihkan harta demi syiar agama.
Perwakilan alumni BPI 91, datang ke lokasi pembangunan mesjid Jami Nurul Abror, datang 3 orang diwakili Kang Andi Paskal Azhar, kang Acil dan Iwan.
Banyak sudah para dermawan, donatur yang mewakafkan, menitipkan infak, sadakoh dan amal jariah lainnya. Termasuk orang- orang kuat, ibu – ibu dan rekan- rekan sukarelawan yang dengan ikhlas, membantu melalui tenaganya, pikirannya, demi lancarnya pembangunan mesjid dan madrasah yang direnovasi.
Juga tak kalah hebatnya , sang dermawan, pituin lahir di Wilayah RW 23 Mekarsari Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, yaitu penyuplai makan para pekerja yang melakukan pengecoran seperti pada Minggu ke 2 bulan Desember 2021, para pekerja sukarelawan yang hadir mencapai 70 orang.
Hari ini Minggu ke 3 Desember 2021, pengecoran akhir, untuk lantai 2 para sukarelawan yang hadir, mencapai 50 orang. Setiap kegiatan pengecoran, untuk makan selalu disuplai oleh Rumah Makan Sate dan Gulai Munjul.
Perjalanan pembangunan Renovasi Mesjid Jami Nurul Abror dan Madrasah, masih panjang dan jajaran panitia pembangunan masih menunggu bantuan para dermawan, donatur, pewakaf serta infak, sadakoh, dan amal jariah lainnya.**
Penulis, Ketua DKM Mesjid Nurul Abror RW 23 Mekarsari Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah.













































































Discussion about this post