Untuk suksesnya “Film YouTube Festival”. Irwansyah Menggandeng Dua Penggiat Perfilman, Syamsul Adnan dan Rahmat Chili.

oleh

Jakarta, bewarajabar.com – SEMAKIN marak saja Ajang Penghargaan untuk para Sineas Milenial yang menggemari media sosial.

Serbuan teknologi digital masif. Hal itu dimanfaatkan. Para kreator film untuk membuat film pendek ala YouTube. Berangkat dari kenyataan tersebut, Koffie Sehat Lahir Batin (SLB) mengajak semua sineas YouTube untuk mengikuti ajang Film YouTube Festival 2019.

“Era digital Kemajuan ini menuntun kita menerjemahkan“ pola pikir ”yang tadinya mengenal film hanya di teater dan televisi. Tapi sejak Youtube masuk, banyak anak penggiat film yang memanfaatkan media YouTube untuk berkreasi.

Untuk itu, Anda dapat membuat film di bidang melalui media online You Tube yang begitu besar. Dimanfaatkan oleh Karya Bintang Bersama, komunitas yang bergiat dalam Kreatif Produksi Film melalui media YouTube.

Karya Bintang Bersama yang sudah menayangkan Iebih dari kutipan Judul Film Cerita Pendek. Berinisiatif untuk menggelar “Film You Tube Festival 2019”.

“Animo anak muda berkegiatan film di YouTube inilah yang mendorong kami, untuk mengadakan“ Film You Tube Festival 2019 ”. Kami berharap ajang ini menjadi peluang bagi mereka pecinta Seni Film mengadu kreatifas. Sekaligus mencari kemampuan mereka dalam hal memproduksi dan membaca kepuasan pengunjung di You Tube, ”papar lrwansyah, selaku Ketua Pelaksana“ Festival Film YouTube ”yang juga memimpin dari Karya Bintang Bersama (KBB).

Irwansyah menambahkan, “Festival ini sudah dibuka sejak 8 September lalu. Sampai saat ini sudah ada 85 Peserta yang mendaftar. Kita diberikan satu bulan hingga 8 Oktober 2019 untuk pendaftaran, ”kata Irwansyah.

Informasi lengkap untuk mengikuti Film YouTube Festival di Instagram @karyabintang bersama

Informasi lengkap untuk mengikuti Film YouTube Festival di Instagram @karyabintang bersama

Untuk suksesnya “Film YouTube Festival”. Irwansyah menggandeng dua penggiat perfilman, Syamsul Adnan dan Rahmat Chili.

“Tema dan genre bebas. Cerita harus asli dan belum pernah ditayangkan di YouTube (tidak mempertontonkan atau mengeksploitasi adegan, porno, sadis dan sara), ”tutup Syamsul Adnan