Waspada Kemarau Berkepanjangan di Musi Rawas

0
Waspada Kemarau Berkepanjangan di Musi Rawas

Musi Rawas, Bawarajabar — Awal bulan ini cuaca sangat tidak bersahabat, masyarakat harus tetap waspada dengan adanya cuaca ekstrim yang di perkirakan hingga akhir bulan depan. Badan Penangulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Mura telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak bulan agustus hingga september 2021 mendatang.

Penetapan siaga karhutla itu dilakukan karena adanya perubahan musim yang seperti kita ketahui bahwa Kabupaten Mura sejak bulan Juli, telah memasuki musim kemarau diperkirakan bakal berkepanjangan.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Mura A. Darsan melalui Kasi Kedaudaratan dan Logistik Eko Sefriawan (4/8) mengatakan bahwa penetapan status siaga karhutla sendiri menurut prosedur yang tetap kriteria penetapan status keadaan bencana.

“Dengan adanya karhutla saat ini di kabupaten kita di lima kecamatan ini menjadi acuan untuk mentetapkan status menjadi siaga karhutla yakni Muara Lakitan, Muara Kelinggi, Bts Ulu Cecar, Mengang Sakti, Selangit dan Tugu Mulyo,” kata Eko.

Terbih lagi lanjut Eko Sefriawan, dengan adanya rapat koordinasi penetapan status siaga karhutla saat ini dapat menguatkan sinergiritas dalam melakukan pencegahan, mitigasi, hingga quick respon dalam penanganan karhutla dapat teratasi.

” Sehingga tidak banyak menimbulkan titik – titik Host Sport akibat terjadinya kebakaran hutan , yang kemungkinan akan terjadi di wilayah Kabupaten Mura, ” jelas Eko.

Eko Sefriawan menghimbau bagi masyarakat kabupaten mura agar tidak melakukan perambahan hutan apalagi ditengah pandemi covid-19 ini, ditakutkan nanti dapat menimbulkan terjadinya kebakaran hutan.

Begitu juga kami BPBD Mura turut mengingatkan masyarakat apabila ingin membuka perkebunan dengan cara penebangan supaya tidak dilakukan pembakaran, apabila terjadi kebarakan maka titik Host Sport akan terpancar oleh satelit.

Kemudian berdasarkan BMKG sumsel bulan agustus hingga september potensi diperkirakan terjadi kebarakan meningkat meski dalam kategori normal.

“Selanjutnya akan mengalami penurunan curah hujan atau potensi kemarau yang diperkirakan terjadi pada bulan Agustus sampai September, ” Tahun ini pungkasnya. (ed).

Tinggalkan Balasan