Bandung, Bewarajabar.com – DPRD Kota Bandung meminta Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan distribusi pangan Bandung, baik di pasar tradisional maupun ritel modern.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pemerataan akses pangan bagi masyarakat.
Harga Pangan Relatif Stabil
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung, Siti Marfuah, menyampaikan bahwa harga pangan saat ini masih relatif stabil.
Namun, ia mengungkapkan adanya indikasi penurunan daya beli masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya.
DPRD Lakukan Pemantauan Pasar
Pernyataan tersebut disampaikan usai pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Kosambi, Yogya Sunda.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh, Indri Rindani, Eko Kurnianto, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan
Waspadai Potensi Panic Buying
Menurut Siti Marfuah, isu global berpotensi memicu panic buying di masyarakat.
“Pemerintah Kota harus memastikan kondisi tersebut tidak terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Tekankan Transparansi dan Pengawasan
DPRD juga menyoroti pentingnya transparansi data dari pengelola pasar guna mencegah praktik penimbunan barang.
Pengawasan ketat dinilai penting agar distribusi pangan tetap merata dan masyarakat tidak dirugikan.
Sinkronisasi Data dan Operasi Pasar
DPRD Kota Bandung mendorong Pemkot untuk:
Sinkronisasi data ketersediaan pangan
Memantau pembelian dalam skala besar
Melakukan operasi pasar jika diperlukan.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait pola konsumsi bijak juga perlu ditingkatkan.
Harapan Tingkatkan Daya Beli
Siti Marfuah berharap Pemkot Bandung dapat lebih responsif dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Kami berharap kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.









































































Discussion about this post